Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gagaksipat 2 menyampaikan klarifikasi terkait adanya PAUD yang mengembalikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) hari ini. Pihak SPPG juga memberi penjelasan terkait tanggal kedaluwarsa pada menu sosis oven isi daging ayam tersebut.
PAUD/KB Kids Fun Edication di Gagapsipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, tadi mengembalikan paket MBG ke SPPG Gagaksipat 2. Pihak pengelola sekolah meminta paket MBG yang diberikan untuk 2 hari itu diganti. Hal ini dikarenakan menu sosis oven isi daging itu kedaluwarsanya tertanggal 27 Februari 2026 atau Jumat hari ini. Kemudian juga terjadi perbedaan isi paket MBG antara satu dengan lainnya.
"Kami pihak SPPG mengakui adanya ketidaktelitian dalam melakukan pengecekan awal, seperti pencantuman informasi tanggal dan produk yang tidak sesuai," kata Kepala SPPG Gagaksipat 2,Yuwida Salma Lova, dalam keterangan tertulis kepada detikJateng, Jumat (27/2/2026) malam.
Disampaikan Salma bahwa pihak SPPG Gagaksipat 2 langsung melakukan konfirmasi kepada pihak supplier produk sosis oven isi daging ayam, yakni Avenida Bakery. Produk sosis oven isi ayam tercantum tanggal produksi 25 Februari 2026 dan tanggal expired pada tanggal 27 Februari 2026.
"Kemudian pihak supplier (Avenida Bakery) mengkonfirmasi apabila terjadi kesalahan cetak tanggal yang seharusnya tanggal produksi 26 Februari 2026 dan tanggal expired 28 Februari 2026, serta pihak supplier (Avenida Bakery) juga menyampaikan bahwa produk tersebut masih aman untuk dikonsumsi," jelas Salma.
Salma menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah atas kesalahan yang telah terjadi. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi dan perbaikan proses agar kesalahan serupa tak terulang lagi.
"Dari kami sudah menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah atas kesalahan yang telah terjadi. Kami akan melakukan evaluasi dan perbaikan proses untuk mencegah kesalahan serupa di masa depan," ucap dia.
"InsyaAllah, kami pihak SPPG dalam memilih supplier ada kriteria seperti punya izin minimal PIRT, BPOM, dan halal," tegas Salma.
Salma juga menyampaikan rilis dari pihak supplier sosis oven isi ayam itu, yakni Avenida Bakery. Juga disampaikan sertifikat baik izin usaha maupun sertifikat halal supplier tersebut.
Dalam keterangan tertulisnya, pihak Avenida Bakery menyatakan bahwa proses produksi sosis oven isi ayam pesanan SPPG Gagaksipat 1 dan 2 dibuat pada tanggal 26 Februari 2026, tanggal yang sama dengan tanggal pengiriman. Estimasi masa expired pada tanggal 28 Februari 2026.
"Dengan ditemukannya menu sosis oven isi ayam dari produk kami yang untuk pengemasannya ditemukan kesalahan cetak kode produksi di dapur SPPG GAGAK SIPAT dapur 1 dan 2 menyatakan sebagai berikut : 1. Untuk proses produksi kami dapat pastikan bahwa pesanan untuk SPPG GAGAK SIPAT dapur 1 dan 2 kami buat di tanggal 26 Februari 2026, tanggal sama dengan tanggal pengiriman dengan estimasi masa expired ditanggal 28 Februari 2026 sesuai dengan standar produk kami," tulis pihak Avenida Bakery.
Diberitakan sebelumnya, PAUD/KB Kids Fun Education di Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, mengembalikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan hari ini. Sebanyak 46 paket MBG itu dikembalikan ke dapur SPPG.
"Ini tadi saya kembalikan ke SPPG-nya," kata pengelola PAUD/KB Kids Fun Education Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Dewi Ritaningsih, Jumat (27/2).
Hari ini tadi siswa di sekolahnya tersebut mendapat paket MBG untuk dua hari. Yakni hari ini dan besok. Ia mengecek isi paket MBG tersebut dan mendapati adanya ketidakseragaman isinya. Ada yang ada susunya, ada yang tidak. Buahnya ada yang pakai jeruk, ada yang pakai apel.
Kemudian menu sosis oven isi daging, tanggal produksi 25 Februari 2026 dan expired pada Jumat, 27 Februari 2026 hari ini. Ini juga yang menjadi alasan paket MBG itu dia kembalikan.
"Saya melihatnya dari tulisan yang ada. Disitu ditulis tanggal 27 (Februari 2026) expired-nya. Lha hari ini, itu tanggal 27. Saya nggak mau berisiko terhadap anak-anak, karena ini PAUD sehingga daya tahan tubuh mereka itu kan masih belum sangat kuat. Ya kalau dia tahan perutnya, kalau nggak tahan," ungkap dia.
Pihaknya pun menyayangkan. Apalagi, lanjut dia, antara kemasan atau paket yang satu dengan yang lain ada yang beda isinya.
"Kaya sisa-sisa mana yang ada dimasukkan. Misalkan, ini susunya habis terus yang lainnya didobeli sosis 2. Terus antara buah pun beda-beda, satunya ada apel, satunya ada jeruk. Lha ini anak-anak misalkan do meri (iri) gimana," tambahnya.