Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Boyolali buka suara terkait adanya protes warga soal menu MBG di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak. Sebelumnya, warga menganggap menu kering yang diberikan ke siswa PAUD nilainya tidak sesuai dengan anggarannya.
"Sebagai tindak lanjut dari protes warga, Satgas MBG Boyolali segera mengambil langkah dengan mengonfirmasi masalah ini ke pihak-pihak terkait, termasuk Kepala SPPG," kata Ketua Satgas MBG Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, dalam keterangan tertulis kepada detikJateng, Rabu (25/2/2026).
Dia menjelaskan, Satgas MBG sudah melakukan konfirmasi ke Kepala SPPG dan Koordinator Wilayah (Korwil) mengenai harga porsi menu MBG untuk anak-anak di tingkat Balita, KB, PAUD, dan SD kelas 1-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil konfirmasi itu, Dwi Fajar menjelaskan, menu yang disajikan terdiri dari Roti Joy isi daging ayam dengan harga Rp 4.050. Lalu ada sosis oven isi daging seharga Rp 2.500, dan pisang ambon seharga Rp 1.450.
"Total harga per porsi menu tersebut adalah Rp 8.000, yang merupakan harga reseller," ujar Dwi Fajar yang juga Wakil Bupati Boyolali ini.
Dwi Fajar juga menyampaikan bahwa komposisi gizi yang terkandung dalam menu MBG yang diberikan itu sudah sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang. Menu tersebut mengandung karbohidrat dari roti.
Adapun kandungan proteinnya ada pada daging ayam yang merupakan isi dari roti dan sosis oven. Sedangkan serat dan vitamin-mineral ada di pisang ambon.
Dwi Fajar juga menekankan soal pentingnya pengawasan lebih lanjut kepada pihak terkait untuk memastikan kualitas dan kandungan gizi yang sesuai dengan anggaran yang tersedia.
"Fokus utama adalah untuk menjamin bahwa menu yang disajikan tetap bergizi seimbang dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita," pungkasnya.
LPAI Protes Menu MBG di Ngemplak
Diberitakan sebelumnya, menu MBG yang dibagikan di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, diprotes warga. Menu kering yang diberikan ke siswa PAUD nilainya dianggap tak sesuai dengan anggaran.
"Ya kami sangat menyayangkan sekali dengan menu yang dibagikan hari ini. Ini (anak sekolah) masuk pertama (setelah) libur satu minggu, lha kok isinya (MBG) seperti itu," kata Dewi Ritaningsi dari Lembaga Pengembangan Anak Indonesia (LPAI), Senin (23/2/2026).
Dia menginformasikan menu kering di bulan Ramadan yang dibagikan SPPG ke PAUD yang ada di Desa Gagaksipat. Dia membuka paket MBG tersebut dan divideokan serta difoto.
Menu terdiri 3 item, yakni roti, sosis , dan pisang. Menurut dia, total harga dari menu tersebut tak sampai Rp 8.000. Ia memberikan hitung-hitungan, misal roti dan sosis masing-masing Rp 2.500 per biji, dan ditambah pisang Rp 1.000, sehingga Rp 6.000.
"Itu saja isinya. Susu tidak ada. Mbok ya ada susu atau telur, ada nutrisinya," ungkapnya.
"Kami sangat menyayangkan, intinya menyayangkan, kalau tidak diperbaiki dari sisi gizi dan istilahnya anggaran segitu ya jangan keterlaluan. Saya kan harus mengkritisi itu, wong ini juga duitnya rakyat semua. Intinya seperti itu supaya ada perubahan," kata dia.
Dewi meminta, menu MBG yang dibagikan untuk diperbaiki. Memiliki kandungan gizi yang sesuai. Dewi mengaku sudah cukup lama
Sementara itu Kepala SPPG Gagaksipat 2, Yuwida Salma Lova, mengatakan 3 item menu yang dibagikan ke penerima manfaat pada hari ini sudah sesuai anggaran, yaitu Rp 8.000 untuk anak balita hingga siswa SD kelas 3.
Dikemukakan Salma, untuk roti joy isi daging beli di tokonya langsung Rp 4.500 per biji.
"Tapi karena kita belinya banyak, dikasih harga Rp 4.050 (per biji). Terus sosis oven isi daging itu dari Avenida, itu Rp 2.500 (per biji). Terus pisang ambon itu dari pisang ayu itu Rp 1.450. Kalau ditotal itu Rp 8.000 untuk porsi anak balita, TK, PAUD, SD kelas 1 sampai 3," papar Salma.
Dikemukakan dia, dalam memberikan menu MBG ke penerima manfaat pihaknya juga menilai angka kecukupan gizi (AKG). Satu kali makan MBG, menghitungnya kandungan gizi satu kali makan.
"Kita juga sudah memilih roti yang isi daging, sosis yang isi daging, karena kita mencukupi kebutuhan proteinnya," imbuh dia.
(dil/apl)











































