detikBali

Terungkap! Susu MBG Pemicu Keracunan 38 Siswa di Lombok Mengandung Bakteri

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terungkap! Susu MBG Pemicu Keracunan 38 Siswa di Lombok Mengandung Bakteri


Edi Suryansyah - detikBali

Puluhan siswa SDN 1 Darmaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, menjalani perawatan setelah diduga keracunan susu MBG. (Foto: Dok. Istimewa)
Puluhan siswa SDN 1 Darmaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, menjalani perawatan setelah diduga keracunan susu MBG. (Foto: Dok. Istimewa)
Lombok Tengah -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Tengah mengungkap hasil uji laboratorium sampel susu yang diduga menjadi pemicu keracunan 38 siswa. Susu yang dibagikan bersama menu Makan Bergizi Gratis (MBG) itu ternyata mengandung bakteri patogen yang tidak layak dikonsumsi.

"Kesimpulannya bahwa susu yang dikonsumsi mengandung bakteri patogen dan tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Suardi, kepada detikBali, Selasa (3/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan siswa yang keracunan itu berasal dari SDN 1 Darmaji dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatusholihin, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun, uji laboratorium terhadap sampel susu dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram.

Suardi menuturkan BPOM Mataram juga mengecek beberapa menu MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Darul Mukti Monggas. Termasuk sampel susu merek Dairy Fresh Milk yang tidak dilengkapi informasi tanggal kedaluwarsa (expired date).

ADVERTISEMENT

Selain itu, terdapat pula susu yang sudah kedaluwarsa tanggal 16 dan 17 Januari 2025 sehingga tidak layak edar. Menurut hasil laboratorium itu, hanya apel dan roti pada menu MBG tersebut yang dinyatakan layak konsumsi.

"Pencegahan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan pengawasan ketat di seluruh rantai produksi, meliputi pemilihan bahan segar, penyimpanan suhu tepat, higiene penjamah makanan menggunakan alat pelindung diri (APD)," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 38 siswa dari SDN 1 Darmaji dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatusholihin, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, mengalami keracunan pada 17 Januari lalu. Mereka muntah hingga mual-mual setelah mengonsumsi susu dari program MBG.

Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah pun menyelidiki penyebab keracunan puluhan siswa tersebut. Polisi juga telah melakukan interogasi terhadap sejumlah saksi untuk memperoleh keterangan para pihak, termasuk para guru dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads