Tanggul Jebol Picu Banjir Pekalongan Ditarget Tertutup Malam Ini

Tanggul Jebol Picu Banjir Pekalongan Ditarget Tertutup Malam Ini

Robby Bernardi - detikJateng
Rabu, 07 Jan 2026 18:09 WIB
Tanggul Jebol Picu Banjir Pekalongan Ditarget Tertutup Malam Ini
Wali Kota Pekalongan, H Achmad Afzan Arslan Djunaid meninjau penanganan banjir, Rabu (7/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Upaya penanganan tanggul jebol di wilayah Pabean, Kota Pekalongan, terus dikebut. Wali Kota Pekalongan, H Achmad Afzan Arslan Djunaid, menargetkan jebolan tanggul itu tertutup malam ini.

Walkot yang akrap disapa Aaf itu mengatakan saat ini perbaikan masih berlangsung. Pembuatan penutup tanggul jebol melibatkan banyak pihak.

"Alhamdulillah, saya terima kasih atas support dari semuanya. Dari pagi Pak Camat, Bu Lurah, Pak Dandim, Pak Kapolsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas sudah berada di lokasi. Terima kasih juga kepada warga yang ikut kerja bakti," ujar Aaf di lokasi, Rabu (7/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci percepatan penanganan tanggul jebol, seperti yang sebelumnya terjadi di Pasirsari dan kini di Pabean. Warga bahkan rela tidak berangkat kerja demi membantu penanganan darurat. Penanganan tanggul jebol dengan menggunakan sandbag atau karung berisi pasir, dengan bambu.

ADVERTISEMENT

"Warga sudah sadar kalau hanya mengandalkan personel dari Pemkot, BPBD, Kodim, Polres, dan Brimob tidak akan maksimal. Makanya warga ikut turun. Di Pabean ini luar biasa, mereka siap sampai malam asalkan tanggul bisa tertutup hari ini," katanya.

Menurut Aaf, penutupan darurat ditargetkan selesai hari ini apabila material mencukupi. Sementara untuk penyempurnaan tanggul diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 hari ke depan.

"Yang penting sekarang tertutup dulu supaya aliran air tidak semakin besar. Tadi malam aliran air sangat luar biasa, dan warga masih ada trauma, sehingga mereka cepat bergerak bersama kita," tambahnya.

Warga berjalan melewati depan rumahnya yang tergenang banjir di Pabean, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (7/1/2026). Banjir setinggi sekitar 50-80 centimeter itu menggenangi perkampungan daerah Pabean yang menyebabkan aktifitas perekonomian dan pendidikan terganggu dengan sebanyak 300 KK terdampak banjir akibat tanggul Sungai Bremi jebol. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana PutraWarga berjalan melewati depan rumahnya yang tergenang banjir di Pabean, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (7/1/2026). Banjir setinggi sekitar 50-80 centimeter itu menggenangi perkampungan daerah Pabean yang menyebabkan aktifitas perekonomian dan pendidikan terganggu dengan sebanyak 300 KK terdampak banjir akibat tanggul Sungai Bremi jebol. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

Terkait pengungsi, Wali Kota menjelaskan bahwa sementara warga terdampak ditempatkan di SD Pabean 2 dan mushola. Jumlah pengungsi diperkirakan akan bertambah pada malam hari.

"Pengungsi sementara di sekolah dan mushola. Kita koordinasi dengan Dinsos, BPBD untuk kebutuhan makanan, serta Dinkes untuk obat-obatan. Kebutuhan dasar harus siap di titik pengungsian," jelasnya.

Ia memprediksi jumlah pengungsi meningkat karena banyak warga yang sejak dini hari belum beristirahat dan kondisi rumah mereka tidak memungkinkan untuk ditinggali sementara waktu. Belum ada informasi soal jumlah total pengungsi.

"Banyak warga sejak jam 02.00 WIB belum tidur, ditambah karena kerja bakti. Kalau rumahnya tidak memungkinkan untuk istirahat, pasti nanti malam mereka ke pengungsian," pungkasnya.




(afn/alg)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads