Tanggul Sungai Bremi, Pekalongan, jebol pada Rabu (7/1) dan merendam permukiman warga. Menurut kesaksian warga, air datang begitu cepat layaknya banjir bandang.
Fakhrudin, warga RT 3 RW 12 Pabean, Padukuhan Kraton, menyebut banjir terjadi mulai dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Rumahnya sendiri berjarak sekitar 300 meter dari tanggul yang jebol.
Menurutnya, peristiwa ini terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur, sehingga kepanikan tak terhindarkan. Derasnya arus bahkan menjebol pintu bagian belakang rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu warga masih tidur semua. Air datang bukan hitungan menit, tapi detik. Cepat sekali seperti banjir bandang. Nggak hujan, nggak mendung, tapi karena tanggul jebol, lah itu airnya deras sekali seperti banjir bandang," katanya.
"Sehingga mau menyelamatkan barang-barang itu apa namanya keburu-buru. Jadi banyak yang yang keli (hanyut) yang terbawa arus gitu," tambah Fakhruddin.
Banjir di Pabean Pekalongan akibat tanggul Sungai Bremi jebol. Foto: Dok. Istimewa |
Ketinggian air di dalam rumahnya saat puncak banjir, saat itu, mencapai sekitar 70 sentimeter hingga hampir satu meter. Banyak barang berharga tidak sempat diselamatkan karena derasnya arus air.
"Yang bisa diselamatkan ya diselamatkan, tapi banyak yang tidak bisa, termasuk kasur springbed. Akhirnya pasrah, karena kejadiannya dini hari dan cuma memikirkan anak sama istri. Kalau sekarang airnya sudah mendingan di bawah lutut," tuturnya.
Fakhruddin menambahkan, banjir terjadi meski tidak disertai hujan maupun mendung. Menurutnya, penyebab utama banjir adalah tanggul sungai yang jebol, sehingga air meluap dengan sangat deras dan menyeret sejumlah barang milik warga.
Akibat kejadian ini, genangan air banjir menjangkau area sekitar 500 meter.
"Rendaman air jangkauannya sekitar 500 meter. 500 meter itu, kira-kira ya sekarang paling tidak itu 7 RT," katanya.
Saat ini, dirinya bersama anak dan istrinya mengungsi di rumah tetangga yang rumahnya lebih tinggi.
Diberitakan sebelumnya, tanggul sungai Bremi di Pabean, Kota Pekalongan, jebol dini hari tadi. Akibatnya, permukiman di wilayah Kelurahan Padukuhan Kraton, Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara, terendam air. Sekitar 100 warga terpaksa mengungsi ke gedung sekolahan dan kelurahan.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengatakan informasi awal yang ia terima menyebut tanggul yang jebol panjangnya sekitar 35 meter.
"Kelihatannya kanan kirinya juga ikut jebol. Sekitar 35 meteran," kata Budi saat dimintai konfirmasi, Rabu (7/1/2026).
(apl/ahr)












































