Tanggul sungai Bremi di Pabean, Kota Pekalongan, jebol dini hari tadi. Akibatnya, permukiman di wilayah Kelurahan Padukuhan Kraton, Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara, terendam air. Sekitar 100 warga terpaksa mengungsi ke gedung sekolahan dan kelurahan.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengatakan informasi awal yang ia terima menyebut tanggul yang jebol panjangnya sekitar 35 meter.
"Kelihatannya kanan kirinya juga ikut jebol. Sekitar 35 meteran," kata Budi saat dimintai konfirmasi, Rabu (7/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jebolnya tanggul itu diduga imbas dari tingginya intensitas hujan dan rob yang tidak tertampung lagi di daerah aliran sungai Bremi.
Banjir di Pabean, Kota Pekalongan, imbas tanggul sungai Bremi jebol, Rabu (7/1/2026) pagi. Foto: Dok. Istimewa |
Pemerintah setempat bersama petugas gabungan kini tengah melakukan penanganan darurat di tanggung yang jebol dan menyiapkan tempat pengungsian serta dapur umum.
Budi menjelaskan, proses evakuasi warga dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan perahu untuk menjangkau lokasi terdampak banjir.
"Ada yang bawa perahu ke sana, sebagian nanti dibawa ke sana untuk warga," ujar Budi.
Warga yang terdampak saat ini telah mengungsi di dua lokasi.
"Informasi dari kelurahan, pengungsi ada di dua tempat, yaitu di SD Pabean 2 lantai dua dan di Kelurahan. Dapur umum juga sudah disiapkan di Kelurahan, dan tadi sudah kita kirim stok untuk dapur umum," jelasnya.
Terkait penanganan tanggul yang jebol, Budi menyebut perbaikan ditargetkan selesai dalam waktu maksimal tiga hari.
"Harusnya maksimal tiga hari. Sebenarnya kalau warga banyak, ini nggak nunggu lama, langsung saja (karung pasir) dilansir orang per orang," ujarnya.
Ia mengakui proses penanganan tanggul jebol itu terkendala oleh sulitnya akses menuju lokasi.
"Kendalanya memang lokasinya. Melansirnya (karung pasir) ke sana agak repot," ungkapnya.
Sementara itu, jumlah pengungsi masih dalam pendataan pihak kelurahan.
"Kalau sekarang langsung ke warga, berarti dampaknya harus penanganan lebih cepat," kata Budi.
Dikonfirmasi secara terpisah, Camat Pekalongan Utara, Wismo Aditiyo, menyebut jumlah warga yang mengungsi sekitar 100 orang.
"Data sementara pengungsi kalau tadi pagi ini kurang lebih sekitar 100 jiwa," kata Wismo.
Sementara itu Babinsa Padukuhan Kraton, Serka Aloisius Jawa, mengabarkan bahwa pemantauan tanggul jebol itu dilakukan sekitar pukul 02.35 WIB.
"Tanggul yang jebol berada tepat di RW 12 dengan panjang kerusakan tanggul sekitar 35 meter. Air menggenangi wilayah 50 cm hingga 70 cm," jelasnya.
"Dampak dari tanggul jebol ini menyebabkan permukiman warga di RW 12, khususnya RT 02, RT 06, dan RT 08 terendam banjir," sambung Aloisius.
(dil/ahr)












































