2 Rumah di Cilacap Terbakar gegara Obat Nyamuk, 1 Lansia Tewas

2 Rumah di Cilacap Terbakar gegara Obat Nyamuk, 1 Lansia Tewas

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 07 Jan 2026 09:20 WIB
2 Rumah di Cilacap Terbakar gegara Obat Nyamuk, 1 Lansia Tewas
Kondisi rumah yang terbakar di Desa Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Rabu (7/1/2026) dini hari. Foto: Dok. Damkar Cilacap
Cilacap -

Kebakaran hebat melanda dua rumah warga di Dusun Suryan RT 04 RW 09, Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, dini hari tadi. Kebakaran itu menewaskan seorang lansia 91 tahun bernama Santohid.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Cilacap, Gatot Arif Widodo, mengatakan laporan kebakaran diterima dari Pelaksana Tugas Kepala Desa Karangpucung sekitar pukul 00.10 WIB, Rabu (7/1).

"Petugas Pos Damkar Majenang langsung meluncur ke lokasi dan tiba sekitar pukul 00.40 WIB. Api berhasil dipadamkan seluruhnya pada pukul 01.05 WIB," kata Gatot dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gatot menjelaskan, dua rumah yang terbakar masing-masing berupa rumah kayu milik Santohid dan rumah permanen milik Namirto. Rumah kayu berukuran 8 x 6 meter itu ludes. Sedangkan rumah permanen berukuran 20 x 8 meter di sebelahnya ikut terbakar karena api merembet.

"Korban meninggal dunia ditemukan di dalam kamar rumah kayu dalam posisi tertidur. Seluruh tubuh korban dalam kondisi terbakar. Usia korban 91 tahun," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Gatot mengatakan, peristiwa ini pertama diketahui oleh Namirto. Saat kejadian, Namirto mendengar suara runtuhan dari arah rumah korban sekitar pukul 00.10 WIB.

"Dari keterangan saksi sempat dengar suara seperti rumah ambruk. Setelah dicek, ternyata rumah Pak Santohid sudah terbakar semua dan bagian depan sudah roboh," ucapnya.

Melihat api semakin membesar, Namirto langsung membangunkan warga sekitar, termasuk Sumini dan Rohyati, untuk menyelamatkan diri. Mereka pun berteriak meminta tolong.

"Saksi saat itu hanya bisa memadamkan secara manual karena api sudah sangat besar," kata Gatot.

Diduga kebakaran itu akibat obat nyamuk bakar yang dinyalakan korban di dekat bahan yang mudah terbakar.

"Diduga korban menyalakan obat nyamuk bakar di dekat material mudah terbakar. Karena korban sudah lanjut usia, diduga tidak sempat menyelamatkan diri," ungkap Gatot.

Proses pemadaman melibatkan satu unit mobil pemadam dari Pos Majenang dan menghabiskan sekitar 9.000 liter air. Proses evakuasi korban melibatkan tim Damkar, Polsek Karangpucung, Koramil, tim medis Puskesmas Karangpucung I, serta pihak keluarga.

"Akibat kejadian tersebut, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 200 juta. Dua rumah beserta seluruh isinya tidak dapat diselamatkan," pungkasnya.




(dil/apl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads