Seorang pria viral diamuk warga di Pasar Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Pria bernama Gendro (35) itu diduga hendak mencium seorang pembeli perempuan.
Video seorang pria diamuk warga itu viral di media sosial usai diunggah akun Instagram @infokejadiansemarang.new. Tampak warga memukuli seorang pria menggunakan sebilah kayu.
"Info wong nyosorrrr lurr. Berawal meminta-minta di pasar peterongan belakang, lalu ketika meminta kepada mbak-mbak, tiba2 nyosor ngambung lur, langsung dihajar masa lur. Mangkane nek ndue cucuk di jogo, iso angger nyosor. Selalu berhati hati dan waspada lur," tulis akun @infokejadiansemarang.new, seperti dilihat Kamis (31/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden itu diketahui terjadi di bagian belakang Pasar Peterongan. Salah satu pedagang Pasar Peterongan yang juga merupakan saksi mata, Daliyem (72), menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB Rabu (30/12) di sekitar tangga keluar Pasar Peterongan.
"Kejadian jam 18.00 WIB sore, terus diundangke polisi. Kurang ajar bocahe, lah (korban) arep numpak motor malah mau diambung (dicium), ya jengkel to ya wong perawan," kata Daliyem kepada detikJateng di Pasar Peterongan, Kamis (31/12/2025).
Ia mengatakan, saat itu para pedagang kebanyakan sudah pulang. Warga yang mendengar korban berteriak lantas langsung menuju sumber suara.
Mediasi antara korban dengan keluarga pelaku, Rabu (30/12/2025). Foto: dok. Lurah Peterongan Semarang |
"Mas e (pelaku) dithuthuki karo (dipukul pakai) kayu, ya Allah gusti. Dithuthuki di tangga. Kurang ajar wong lanang kui (laki-laki itu). Langsung digowo (dibawa) polisi," jelasnya.
Ia mengaku kerap melihat pelaku berkeliaran di pasar. Tepi ia tak mengetahui latar belakang pelaku.
"Wong njaluk-njaluk (tukang minta). Saben dina weruh (setiap hari lihat), ngambili tahu, minta duit. (Orang sini?) Nggak tahu. (Stres?) Nggak tahu. Minta-minta sama bawa karung," ujarnya.
Hal senada dikatakan juru parkir di Pasar Peterongan, Roni (38). Ia menyebut pelaku juga kerap mencuri jualan para penjual.
"Saya ndak tahu kejadiannya, karena sudah pulang jam 16.00 WIB. Cuma dengar ceritanya aja, kejadiannya mau Magrib," tuturnya.
"Saya memang sering lihat pelakunya. Intinya memang terkenal sering minta-minta, tapi kadang maling jualan pembeli juga. Cuma tahu itu aja," lanjutnya.
Saat dimintai konfirmasi, Lurah Peterongan, Ermawati membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, dirinya mendapat informasi kemarin sore dari anggota Karang Taruna setempat.
"Saya ditelepon sama karang taruna, lagi belanja di Pasar Peterongan belakang. Bilang 'Bu lurah ini ada kejadian, ada seseorang itu pelecehan seksual'," kata Erma daat dihubungi detikJateng.
Ia lantas terkejut dan langsung mendatangi Pasar Peterongan. Namun, suasana pasar sudah sepi saat dirinya tiba. Erma pun langsung bertanya kepada Ketua RT setempat.
"Pak RT saya yang di situ bilang sudah dibawa ke polsek. Katanya sebelumnya juga sudah pernah maling sepeda dua kali, terus maling ayam," ujarnya.
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantib) Kelurahan Peterongan pun menindaklanjuti kasus itu dengan mengadakan mediasi bersama keluarga pelaku.
"Kemudian tadi malam dibawa ke UPTD Among Jiwo, karena stres. (Pelaku ODGJ?) Iya. (Sering berkeliaran di Peterongan?) Iya. Kadang-kadang minta-minta, kadang cari rongsok, kalau nggak ada rongsok ya maling," kata Erma.
Ia mengaku tak mengetahui kejadian itu secara pasti. Ia hanya mengetahui bahwa pelaku melakukan tindakan pelecehan seksual.
"Pelaku memegang atau mencium pastinya saya tidak tahu. Saya tanya Pak RT katanya ada orang melakukan pelecehan seksual," tutupnya.
detikJateng telah mencoba menghubungi Polsek Semarang Selatan, tetapi tidak ada respons hingga berita ini ditulis.
(apu/ahr)












































