Samuel Ardi Kristanto pembeli tanah dan M Yasin anggota ormas ditangkap buntut pengusiran terhadap Elina Widjajanti (80). Nenek Elina berharap proses hukum berjalan adil dan meminta rumahnya yang dihancurkan dikembalikan seperti semula.
"Minta dikembalikan, seperti asal lah. Surat-surat. Surat tanah, Sertifikat, kendaraan. Kendaraan-kendaraan, lemari," ujar Elina dilansir detikJatim, Rabu (31/12/2025).
Ia berharap bangunan rumah yang ditempatinya belasan tahun bisa dibangun kembali seperti semula. "Dibangun kembali sudah, seperti semula. Wong kita tidak punya salah kok dihancurkan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elina sedih rumah yang ditinggalinya puluhan tahun kini rata dengan tanah. "Ya sedih (lihat rumah hancur)," ucapnya lirih.
Sementara itu, kuasa hukum Elina Widjajanti (80), Wellem Mintarja menyampaikan apresiasi kepada Polda Jatim yang telah menangkap dan menetapkan tersangka kasus pengusiran kliennya. Selanjutnya, ia bakal melaporkan Polsek Lakarsantri.
Ia menjelaskan, pada malam sebelum pembongkaran rumah, puluhan orang mendatangi kediaman Elina hingga memicu ketegangan. Wellem menyebut pihaknya sempat mendatangi Polsek Lakarsantri untuk meminta perlindungan hukum. Namun, permintaan tersebut tidak mendapat respons sebagaimana diharapkan.
"Padahal kita cuma meminta perlindungan hukum supaya tidak terjadi chaos. Terus kemudian ada nenek di sini orang yang tua. Nah, sedangkan di sini sudah ada 30 sampai 40 orang itu. Tetapi kita ditolak," imbuhnya.
Ia menegaskan penolakan permintaan perlindungan itu terjadi pada 5 Agustus 2025, sehari sebelum rumah Nenek Elina dibongkar.
"Jadi 5 Agustus itu kita melaporkan ditolak. Terus kemudian 6 Agustus kejadian seperti ini (pengusiran paksa). Kita bukan melaporkan ya tapi kita meminta perlindungan. Di sini sudah ramai ini. Wajar dong masyarakat mengadu ya," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Elina Widjajanti (80), nenek asal Surabaya, diduga menjadi korban pengusiran paksa dari rumahnya di Dukuh Kuwukan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep.
Pengusiran yang disebut dilakukan oleh oknum salah satu ormas itu terekam dalam video dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Elina terlihat menolak keluar rumah sebelum akhirnya ditarik dan diangkat paksa oleh sejumlah pria.
(aku/apu)
