Kabar tentang gas bumi tiba-tiba menyembur ke udara setinggi 25-30 meter dari lubang pipa sumur dalam yang baru selesai dibor di Dukuh Randu Kuning, Desa Krebet, Kecamatan Masaran, Sragen, menjadi viral di media sosial. Begini penjelasan polisi soal fenomena itu.
Kabar viral itu di antaranya diunggah akun Instagram @sragenkita. Dimintai konfirmasi, Kapolsek Masaran AKP Syamsudin mengatakan pengeboran sumur itu dilakukan sejak 20 Desember 2025. Dia menjelaskan, semburan itu terjadi pada Selasa (30/12) sore, saat pengeboran mencapai kedalaman 90 meter.
"Saat pengeboran sumur sibel irigasi sawah pada kedalaman 90 meter, mengakibatkan keluar semburan air setinggi 8 meter," kata dia saat dihubungi detikJateng, Rabu (31/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syamsudin mengatakan semburan air itu baru berhenti pada Rabu (31/12) dini hari.
"Tadi dini hari pukul 02.30 WIB sudah tidak keluar semburan. Tidak ada korban jiwa juga," ujar dia.
Baca juga: PDIP Solo Ungkap Pesan FX Rudy ke Aria Bima |
Syamsudin menjelaskan, sawah yang dibor itu milik Marsi, warga setempat. Pengeboran dilakukan oleh dua orang pekerja, yakni Nanang dan Khalis. Sejak awal proses pengeboran berjalan lancar tanpa kendala.
"Pengeboran sumur berdiameter 4 dim. Setelah 10 hari, kedalaman mencapai 90 meter. Pada Senin (29/12), sebanyak 23 batang pipa paralon ukuran 4 dim dimasukkan ke dalam sumur sebagai dinding," ucap Syamsudin.
Selanjutnya, pada Selasa (30/12), pekerjaan dilanjutkan dengan merangkai pipa hisap air sebanyak 14 batang paralon berdiameter 2 dim.
"Pipa dipasang beserta mesin sibel, kabel listrik, dan tali tambang, lalu dimasukkan ke dalam sumur bor," kata Syamsudin.
Pada Selasa sore, saat pekerja sedang menguras air dan lumpur, tiba-tiba mesin sibel mati dan rangkaian pipa terdorong keluar hingga muncul semburan air tinggi.
"Sekira pukul 16.00 WIB, tiba-tiba mesin sibel mati, kemudian rangkaian pipa hisap terdorong keluar sampai jatuh ke permukaan sawah dan muncul semburan air. Para pekerja langsung melaporkan kejadian tersebut," terang Syamsudin.
Menurut Syamsudin, tidak ada kandungan atau campuran gas dalam semburan air tersebut. Saat ini, lokasi semburan telah dipasangi garis polisi (police line).
"(Semburan air bercampur gas?) Tidak ada gas. Kini lokasi sumur bor masih dipasang police line. Kami juga berkoordinasi dengan BPBD Sragen dan relawan SAR," ucapnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi sumur bor demi keamanan.
"Kami mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Jika ada perkembangan terkait sumur bor tersebut, segera lapor ke Polsek Masaran," pungkasnya.
(dil/ams)
