Aksi Nekat Pendaki Modal Tumbler-Sandal Jepit Berujung Tewas di Lereng Merapi

Terpopuler Sepekan

Aksi Nekat Pendaki Modal Tumbler-Sandal Jepit Berujung Tewas di Lereng Merapi

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 28 Des 2025 13:57 WIB
Aksi Nekat Pendaki Modal Tumbler-Sandal Jepit Berujung Tewas di Lereng Merapi
Kawasan Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalan, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Tiga orang melakukan pendakian ilegal di Gunung Merapi. Nahas, minimnya persiapan membuat ketiganya justru tersesat. Bahkan, satu orang diantaranya akhirnya tewas.

Pendakian itu dimulai pada Sabtu (20/12). Kelompok yang terdiri dari Farhan, Rizki dan Aldo itu memulai pendakiannya lewat Kalitalang.

"Padahal tidak ada jalur pendakian dari situ. Tapi mereka nekat naik," tutur Pusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto yang ikut pencarian kepada detikJateng, Kamis (25/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiganya terus mendaki meski dengan peralatan dan persiapan seadanya. Bahkan, ada yang hanya mengenakan sandal jepit.

ADVERTISEMENT

"Kami temukan fakta, persiapan, perlengkapan dan lainnya sangat tidak masuk akal untuk mendaki gunung. Bahkan ada salah satunya yang hanya mengenakan sandal jepit, bawa satu buah tumbler, dan tas kecil yang sangat tidak memadai untuk naik puncak gunung," kata Indiarto.

Mereka pun akhirnya tiba d sekitar Pasar Bubrah yang berada tak jauh dari puncak Merapi. Setelah itu mereka kemudian kembali turun.

"Mereka turun melalui jalur Sapu Angin, tapi di sekitar pos 2 sekitar panel Surya, Rizky mengalami kelelahan dan bermalam," kata Indiarto.

Melihat kondisi tersebut, Farhan dan Aldo berinisiatif untuk turun terlebih dulu mencari pertolongan. Namun mereka berdua akhirnya justru terpisah. Farhan berhasil tiba di perkampungan terlebih dulu dan mencari pertolongan.

Dari Farhan itulah, kata Indiarto, kemudian dibentuk tim gabungan untuk penelusuran dan penyisiran mulai Minggu (21/12). Tantangan utama tim SAR gabungan hujan deras dan badai.

"Tantangan hujan deras dan bahkan badai tapi Senin (22/12) kita berhasil menemukan Rizky kondisi lemah kemudian dibawa ke Puskesmas. Operasi diteruskan untuk mencari Aldo, sampai kerahkan 20 SRU (search and rescue unit), juga mengerahkan drone SAR Klaten dan Bantul," ucap Indiarto.

Pencarian terhadap Aldo baru membuahkan hasil pada Rabu (24/12). Sayang, dia ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Jasadnya ditemukan berada di jurang.

"Bahkan saat evakuasi terakhir (korban meninggal) juga hujan deras sekali. Lokasi jurang temuan jenazah itu juga jarang dijamah, termasuk warga lokal," tambah Indiarto.




(ahr/ahr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads