Dua pendaki ilegal yang hilang di Gunung Merapi berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Salah satu diantaranya, Aldo Oktawijaya (22) ditemukan tak bernyawa. Jenazah remaja ditemukan di jurang dengan posisi terjepit batu.
"Saat ditemukan posisi terjepit batu besar di antara tebing dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Komandan SAR Klaten, Irwan Santoso selaku penanggungjawab operasi, Kamis (25/12/2025) siang.
Irwan menjelaskan, Rabu, 24 Desember 2025 upaya pencarian Aldo memasuki hari ke-4. Pencarian dimulai pukul 05.30 WIB dengan menerjunkan 1 SRU (search and rescue unit) terlebih dahulu untuk pengamatan di area titik duga. Kemudian dilanjutkan 06.45 WIB briefing dan pembagian SRU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Briefing dan pembagian SRU yang total ada 6 SRU dengan jumlah personel terlibat 90 orang dari 20 organisasi dan instansi. SRU 17 dengan drone melakukan upaya pemantauan udara menggunakan drone di area titik duga sampai dengan kembali SRU Drone mendapatkan hasil visual yang tidak begitu baik," papar Irwan.
SRU 15, kata Irwan, menyisiri area titik duga, SRU 16 mencari dan menyisiri area Gligir Bulu hingga bukit Branglor tapi sampai ditarik kembali belum membuahkan hasil. SRU 18 pencarian dengan menyisiri area Goa Jepang sejauh 500 meter ke arah Tenggara juga belum membuahkan hasil.
"SRU 18 tidak membawa hasil, SRU 19 menyisiri area Watu Jengglik juga belum membuahkan hasil. SRU 20 menyisiri lembah menuju titik duga dan survivor berhasil ditemukan pukul 14.20 WIB.
Survivor, lanjut Irwan, akhirnya berhasil ditemukan pukul 14.20 WIB pada koordinat 49 441387 9164235. Proses evakuasi dilakukan dengan metode estafet menuju titik aman kemudian dibawa menuju ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.
" Setelah dibawa ke RSUP, pukul 14.54 WIB seluruh SRU ditarik ke Posko kembali dan pukul 17.15 WIB upaya pencarian orang hilang di area Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi resmi dihentikan, semua personil yang terlibat dikembalikan ke induk organisasi masing-masing," sambung Irwan.
"Kendala utama hanya lokasi yang berbukit-bukit dan jurang, isinya bukit dan jurang sehingga sedikit menghambat penyisiran. Korban ditemukan di jurang yang medannya berat," imbuhnya.
Koordinator organisasi pengurangan risiko bencana (OPRB) Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Subur menyatakan lokasi memang tidak mudah. Lokasi temuan jenazah di jurang.
"Lokasinya di jurang, semacam lembah yang jarang dijamah pendakian. Kalau terus nanti sampai di Girpasang,'' ungkap Subur kepada detikJateng.
Sebelumnya diberitakan, pendaki ilegal di Gunung Merapi atas nama Aldo Oktawijaya (22) yang dicari tim SAR gabungan akhirnya ditemukan. Namun kondisi pendaki terakhir tersebut sudah meninggal dunia.
"Betul sudah ditemukan dengan kondisi MD (meninggal dunia)," ungkap Kapolsek Kemalang AKP Sarwoko kepada detikJateng, Rabu (24/12/2025) siang.
Dijelaskan Sarwoko, survivor ditemukan tim SAR gabungan di jurang sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke rumah sakit.
"Tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Ini jenazah perjalanan ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Tegalyoso untuk pemulasaraan," terang Sarwoko.
Dari catatan detikJateng, awalnya ada tiga orang yang naik melalui kawasan Kalitalang Sabtu (20/12) subuh yaitu, Farhan, Panji Rizky dan Aldo. Farhan bisa turun meminta tolong sehingga dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan Panji Rizky dan Aldo.
(ahr/ahr)
