2 Relawan Ambulans Terluka Saat Demo Ricuh di Solo, Polisi Janji Tindak Lanjuti

2 Relawan Ambulans Terluka Saat Demo Ricuh di Solo, Polisi Janji Tindak Lanjuti

Agil Trisetiawan Putra, Tara Wahyu NV - detikJateng
Sabtu, 30 Agu 2025 01:48 WIB
Situasi demo yang terjadi di kawasan Gladak, Solo, Jumat (29/8/2025).
Situasi demo yang terjadi di kawasan Gladak, Solo, Jumat (29/8/2025). Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Solo -

Dua paramedis terluka saat demo ricuh di sekitar Bundaran Gladak Solo. Dua paramedis itu terkena pukul saat hendak menolong massa yang terkena gas air mata.

Salah satu relawan yang berada di ambulans, Naufal, mengatakan awalnya mereka hendak ke daerah Lapas Kelas I A yang tak jauh dari Bundaran Gladak. Namun, belum sampai di lokasi, mobil ambulans yang ia tumpangi diberhentikan.

"Tadi untuk kejadiannya mau mengevakuasi yang ada di Lapas, ada pendemo yang terkena gas air mata, setelah kita ingin datang ke tempat langsung diberhentikan oleh anggota dan kita dibuka," katanya dihubungi awak media, Jumat (29/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan satu rekan dari driver ambulans ditarik keluar dan dipukul. Selain driver ambulans, Nauval menyebut ada satu paramedis yang kena pukul.

"Satu rekan saya dari driver ambulans Sumantri atas nama Dika ditarik keluar dan dipukul, langsung dipukul ada satu rekan kita Mas Radit, saya kurang tahu dari organisasi mana tapi saya 100% relawan dia juga dipukul," bebernya.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, saat ini dua korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Ia mengatakan, mereka mengalami luka pada kepala.

"Saat ini 2 korban dibawa ke PKU dan sebelum ke PKU saya menyupir dan teman saya Mas bangkit. Kunci dicabut oleh rekan-rekan aparat dan diambil terus lari kita kejar kita, juga dikejar lagi akhirnya kuncinya dikasihkan kita bawa rekan kita yang kepalanya bocor ke PKU Muhammadiyah Surakarta," bebernya.

Dirinya memastikan bahwa ia dan rekan-rekan tenaga kesehatan lainnya telah memakai rompi yang memperlihatkan bahwa mereka tenaga kesehatan.

"Rekan saya tadi sudah menggunakan paramedik, di belakang juga sudah ada tulisan rescue di mana kita benar-benar dari tim medis. Kita sudah dicek oleh polisi, kita sudah tidak ada barang-barang tajam kita benar-benar 100% ingin mengevakuasi pendemo yang kena sasaran," tuturnya.

Geruduk Mapolresta Solo

Solidaritas ambulans mendatangi Mapolresta Solo di tengah ricuhnya aksi demo di Kota Solo. Puluhan mobil ambulans diparkir di depan Mapolresta Solo sebagai bentuk aksi solidaritas.

Aksi solidaritas ini dipicu karena ada dua relawan ambulans yang diduga mendapatkan kekerasan dari aparat. Sejumlah perwakilan relawan kemudian melakukan audiensi dengan petugas kepolisian.

Ketua Perkumpulan Driver Ambulans Solo Raya (Pedas), Dwi Ardiya Indranata, mengatakan dua anggota relawan yang terluka bernama Dika, dan Raditya

"Ini ada dua driver yang tadi ada insiden dengan kepolisian atau Brimob, yang tadi terjadi baku hantam, ada kekerasan dari pihak kepolisian," kata Dwi kepada awak media, Sabtu (30/8/2025).

Dijelaskan, kedua korban hendak melakukan evakuasi pendemo yang memerlukan bantuan saat demo. Namun sesampainya di sekitar Lapas Solo, relawan dicegat oleh aparat sekira pukul 19.15 WIB.

"Dari ambulans Mas Mantri, mau evakuasi pendemo yang mungkin ada yang sesak napas atau jatuh pingsan, dari pihak kepolisian memblokade tidak boleh masuk. Salah satu driver digeret keluar, dan di situ ada video dan bukti autentik bahwa driver atas nama Dika dianiaya pihak kepolisian," jelasnya.

Akibat serangan itu, Dika mengalami luka cukup parah. Sementara Raditya mengalami luka ringan.

"Mas Dika yang parah, luka robekan di kepala sekitar 10 sentimeter, jahitannya sekitar 12-an. Saat ini di RS PKU, dan ini masih proses CT Scan. Kalau yang di RS Panti Waluyo luka ringan saja," jelasnya.

Dwi mengatakan, proses mediasi berjalan baik. Setelah pengamanan demo ini, pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti aduan dari para relawan ambulans. Sementara untuk biaya perawatan korban yang terluka, akan ditanggung oleh Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.

"Ada respons baik, kami sudah lapor ke Propam. Dan dari pak Wakapolresta Bapak Sigit menanggapi apa yang kita sampaikan, apa yang kita laporkan. Beliau menerjunkan langsung yang sakit di RS, dua personel. Biaya sudah ter-back up oleh ibu Wakil Walikota Solo. Dan beliau (Sigit), setelah pengamanan demo ini langsung mencari petugas, dan update ke saya langsung," pungkansya.

Polisi Janji Usut

Sementara itu, Wakapolresta Solo, AKBP Sigit, kepada para relawan menyatakan akan bertanggung jawab penuh kepada pihak korban.

"Langsung saya tugaskan tiga orang untuk menjaga sampai selesai, sampai sembuh," kata Sigit dalam video yang diterima detikJateng dari pihak relawan.

Sigit melanjutkan akan menindaklanjuti anggota yang terlibat pemukulan. Ia menuturkan sudah ada satu oknum yang terlihat dalam video.

"Nanti akan berkembang. Langsung setelah kegiatan, setelah demo ini, langsung kita tindak lanjuti, langsung kita tindak, sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia," tegasnya.

Ia kembali menekankan bakal bertanggung jawab, dan menyatakan bahwa sinergitas dengan relawan ambulans se-Solo Raya tidak boleh tergoyahkan. "Kalau ada masalah langsung kita tindak lanjuti dengan Provos, Propam, maupun yang bersangkutan," tuturnya.

Halaman 2 dari 2
(afn/sip)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads