Massa aksi di bundaran Gladak hingga depan Balai Kota Solo, membakar water barrier yang berada di Jalan Jendral Sudirman. Massa membakar water barier usai ditembak gas air mata oleh aparat kepolisian.
Dari pantauan detikJateng pukul 20.00 WIB, massa sendiri yang berada di Gladak dipukul mundur oleh aparat kepolisian. Mereka berlarian ke arah Jalan Slamet Riyadi dan Jenderal Sudirman. Terlihat water barrier di bundaran Gladak telah terbakar.
Massa yang berlarian di Jalan Jenderal Sudirman sempat dipukul mundur oleh aparat. Massa yang berada di depan Balai Kota Solo berlarian menuju ke arah Jalan Arifin dan Pasar Gede.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa juga terlihat menjatuhkan pot tanaman sebagai pembatas dan water barrier yang berada di depan Balai Kota Solo. Sampai saat ini, tembakan gas air mata masih terdengar mengarah ke Jalan Slamet Riyadi.
Diberitakan sebelumnya, usai aksi di depan Mako Brimob Solo selesai, massa yang terdiri dari ojol dan warga itu berpindah ke Bundaran Gladak Solo.
Driver ojek online (ojol) Solo Raya menggelar aksi di depan Markas Brimob Batalyon C Pelopor Solo. Aksi tersebut menindaklanjuti tewasnya driver ojol Affan Kurniawan yang terlindas rantis Brimob di Jakarta.
Humas Aksi Gabungan Driver Ojol Solo Raya, Djoko Saryanto, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan dalam aksi di gedung DPR RI, kemarin malam.
"Kita berangkat dari solidaritas kawan-kawan karena terbunuhnya kawan-kawan kami yang ada di Jakarta, yang nyambung dengan apa namanya demo yang ada di Jakarta dan kawan kami menjadi korban," katanya dihubungi detikJateng, Jumat (29/8).
Sebagai informasi, demo di Jalan Adisucipto ini sempat ricuh namun bubar sebelum pukul 18.00 WIB.
(afn/ams)