Aksi demo kembali bergulir di Solo. Usai massa melakukan aksi di Mako Brimob, kini mereka bergeser di kawasan Gladak.
Pantauan detikJateng, Jumat (29/8/2025) pukul 19.38 WIB, massa berdatangan dari Jalan Jenderal Sudirman atau depan Balai Kota Solo hingga Gladak. Aparat kepolisian sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang berada di Jalan Jenderal Sudirman.
Massa pun berlarian ke arah Utara, dan ada juga yang berusaha menyelamatkan diri ke arah Pasar Gede. Terlihat, asap mengepul dari arah Gladak, di mana massa pun berusaha menjauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu unit truk dengan tulisan Kodim 0724/Boyolali kemudian terlihat mulai bergerak menuju Gladak, dengan diiringi massa. Pantauan detikJateng, Kodim 0724/Boyolali diterjunkan untuk membantu meredam massa yang mulai tidak kondusif.
Massa Aksi di Brimob Sempat Memanas
Diberitakan sebelumnya, aksi solidaritas driver ojol di Markas Brimob Solo sempat memanas. Selain merusak pagar di sisi timur mako Brimob, massa juga melempari mako dengan batu dan botol air mineral.
Dari pantauan detikJateng, awalnya situasi aksi cukup kondusif. Para peserta aksi bahkan sempat masuk ke halaman mako Brimob Solo dan mengikut salat gaib untuk Affan Kurniawan.
Tetapi, tidak berselang lama terjadi keributan. Terdengar dari arah massa ada yang meneriakkan 'pembunuh'. Kondisi ini memicu terjadinya aksi massa dengan melemparkan botol air mineral dan juga batu ke mako Brimob.
Sementara di halaman Mako Brimob selain polisi juga terdapat massa ojol yang sebelum menggelar salat gaib. Adanya kejadian ini sejumlah polisi langsung berupaya untuk menangkir lemparan menggunakan tameng.
Driver ojek online (ojol) Solo Raya bakal menggelar aksi di depan Markas Brimob Batalyon C Pelopor Solo. Aksi tersebut menindaklanjuti tewasnya driver ojol Affan Kurniawan yang terlindas rantis Brimob di Jakarta.
Humas Aksi Gabungan Driver Ojol Solo Raya, Djoko Saryanto mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan dalam aksi di gedung DPR RI, kemarin malam.
"Kita berangkat dari solidaritas kawan-kawan karena terbunuhnya kawan-kawan kami yang ada di Jakarta, yang nyambung dengan apa namanya demo yang ada di Jakarta dan kawan kami menjadi korban," katanya dihubungi detikJateng, Jumat (29/8).
(apu/ams)