Lahan pertanian di Kabupaten Magelang yang terdampak erupsi Gunung Merapi seluas 1.681 hektare. Lahan pertanian yang terdampak parah di wilayah Kecamatan Sawangan dan Dukun.
Dari kedua kecamatan itu ada enam komoditas yang terdampak, yaitu kubis, cabai, tomat, sawi, buncis dan tanaman pertanian kopi. Keenam komoditas ini terdampak baik kategori ringan, sedang dan berat.
"Alhamdulillah itu tidak semua kecamatan terdampak, yang paling terdampak ada di Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Dukun itu ada 6 komoditas. Salah satunya adalah cabai untuk tingkat kabupaten yang berat itu 154 hektar (ha), ringan 193 ha dan sedang 570-an ha," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Magelang Ade Sri Kuncoro Kusumaningtiyas kepada wartawan di Balai Desa Madusari, Kecamatan Secang, Selasa (14/3/2023).
Dia memerinci untuk di Kecamatan Sawangan total lahan cabai yang terdampak yaitu 625,5 hektare dengan kategori ringan, sedang hingga berat. Kemudian di Kecamatan Dukun ada 292 hektare.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi total (tanaman) cabai Magelang terdampak erupsi Merapi seluas 917,5 hektare," kata Ade.
Sementara untuk komoditas kubis di Kecamatan Sawangan seluas 243,3 hektare dan di Kecamatan Dukun seluas 45 hektare, sehingga total lahan kubis yang terdampak 289,3 hektare.
Lalu untuk lahan tomat di Kecamatan Sawangan ada 270,5 hektare dan Kecamatan Dukun 38 hektare. Sedangkan untuk buncis di Kecamatan Dukun ada 40 hektare dan kopi di Kecamatan Dukun ada 4 hektare.
"Jadi total (di Kabupaten Magelang) yang terdampak luasannya 1.681 hektar," sambung Ade.
Ade mengatakan pihaknya sudah mendata lahan yang terdampak erupsi Merapi. Kemudian langkah berikutnya adalah memilah luasan-luasan lahan ringan, sedang dan berat.
"Kami koordinasi dengan seluruh PPL dan juga melalui desa serta dari Kementerian kemarin sudah datang," pungkasnya.
(ams/aku)