Wow! Siswa Kudus Bikin Aerogel dari Blotong, Bisa Serap Tumpahan Minyak di Laut

Wow! Siswa Kudus Bikin Aerogel dari Blotong, Bisa Serap Tumpahan Minyak di Laut

Dian Utoro Aji - detikJateng
Selasa, 08 Nov 2022 16:51 WIB
Tim LKIR MAN 1 Kudus membuat aerogel berbahan limbah pabrik gula, Selasa (8/11/2022).
Tim LKIR MAN 1 Kudus membuat aerogel berbahan limbah pabrik gula, Selasa (8/11/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Kudus -

Siswa MAN 1 Kudus menciptakan alat penyerap minyak yang tumpah di laut berbahan blotong alias limbah pabrik gula. Karya ini menyabet juara 2 tingkat nasional Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Badan Riset Inovasi Nasional.

Penelitian itu digawangi dua siswa MAN 1 Kudus yakni Azifa Rusyda Dewi dan Muhammad Bahrul Alam. Penelitian mereka berjudul 'Sintesis Si-Aerogel Terfungsionalisasi Berbahan Limbah Blotong Pabrik Gula Rendeng sebagai Teknologi Sipil Oil Clean Up Sorbent di Wilayah Perairan Indonesia' meraih juara II LKRI bidang IPK dalam lomba yang digelar di gedung ICC Kawasan Sains dan Teknologi Cibinong, akhir Oktober lalu.

Muhammad Bahrul Alam mengatakan ide pembuatan Si-Aerogel berawal dari dirinya melihat kondisi perairan di Jepara. Bahrul yang merupakan warga Jepara dan tinggal di tepi pantai mengaku sering melihat minyak kapal tumpah ke laut. Imbasnya minyak itu akan mematikan ekosistem yang ada di laut.


"Rumah saya Jepara dekat pesisir pantai, kebetulan saya melihat ada kapal yang menumpahkan minyak ke lautan, nah sedangkan minyak ini berbahaya untuk ekosistem laut. Saya berpikir bagaimana untuk mengurangi pencemaran minyak ini disebabkan karena kapal dan lainnya," kata Bahrul kepada wartawan ditemui di MAN 1 Kudus, Selasa (8/11/2022).

Setelah itu dia bersama temannya melakukan diskusi. Mereka pun sepakat untuk membuat aerogel yang berbahan dasar sintetis yang ramah lingkungan. Mereka lalu menggunakan limbang blotong pabrik gula untuk membuat aerogel yang berfungsi untuk menyerap minyak.

"Lalu berdiskusi kepada teman saya ternyata ada aerogel yang berbahan dasar sintetis yang tidak ramah lingkungan. Kita lalu berpikir agar mengganti dengan lain, akhirnya kita mendapatkan limbah blotong pabrik gula," jelas dia.

Proses Pembuatan

Dia menjelaskan limbah blotong yang diproduksi Pabrik Gula Rendeng lalu diproses menjadi karbon. Lalu dicampurkan dengan berbagai bahan kimia. Kedua pelajar itu membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk menciptakan alat penyerap minyak.

"Kita melakukan penelitian di Laboratorium Kimia Puspitek Tangerang bersama mentor Witta Kartika Restu Ph.D. Hingga jadinya si Aerogel yang berguna dalam penyerapan minyak tumpah di laut," terang dia.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]