5 Pasutri Bakal Bertarung di Pilkades Serentak Semarang

5 Pasutri Bakal Bertarung di Pilkades Serentak Semarang

Ria Aldila Putri - detikJateng
Senin, 17 Okt 2022 13:43 WIB
Warga menunjukkan tinta di jari telunjukbnya seusai memberikan hak pilihnya pada Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) atau Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Desa Suak Timah, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Minggu (11/9/2022). Sebanyak 290 desa dari 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat melaksanakan pemilihan kepala desa periode 2022-2028 secara serentak. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YU
Ilustrasi Pilkades. Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS
Kabupaten Semarang -

Kabupaten Semarang akan menyelenggarakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 24 desa, akhir bulan Oktober ini. Dari jumlah desa tersebut ada lima desa yang calonnya adalah pasangan suami istri (pasutri).

Hal ini dikarenakan jumlah calon kepala desa di lima desa tersebut tidak memenuhi syarat, lantaran jumlahnya hanya satu orang saja.

"Calon di lima desa itu tidak memiliki rival atau tidak memenuhi syarat minimal dua orang. Jadi karena tidak ada yang mendaftar lain, sehingga istrinya diajak untuk melengkapi syarat," terang Plt Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Aris Setyawan kepada wartawan, Senin (17/10/2022).


Aris menyebut lima pasangan suami istri yang berebut suara di tersebut antara lain di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru, Desa Kebonagung Kecamatan Sumowono, Desa Reksosari Kecamatan Suruh, Desa Cukil Kecamatan Tengaran, dan Desa Manggihan Kecamatan Getasan. Pilkades ini akan digelar Minggu (30/10) mendatang.

Sementara itu, menjelang gelaran Pilkades serentak, Aris menyampaikan, pihaknya sudah mulai melakukan pemetaan daerah rawan konflik. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang mulai memetakan potensi kerawanan jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 24 desa.

Pihaknya juga telah membentuk kepanitiaan termasuk panitia pengawas (Panwas) dari tingkat desa hingga kabupaten. Termasuk berkoordinasi dengan Polres Semarang.

"Masing-masing punya potensi (kerawanan). Kita berkoordinasi dengan Polres Semarang. Jadi sudah ada peta, mana yang termasuk kerawanan tinggi, sedang dan ringan," ujarnya kepada wartawan, hari ini.

Namun, menurutnya, kondisi ini justru akan membuat suasana Pilkades kondusif. Tanpa ada kerawanan yang berarti.

"Kalau yang ringan sudah dipastikan yang calonnya suami-istri, sudah dipastikan kondusif, artinya tidak ada rivalitas," sebutnya.

Ia berharap pelaksanaan Pilkades tahun ini akan berjalan dengan damai, aman dan tertib. Dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan mendeklarasikan Pilkades damai.

"Kita akan deklrasikan Pilkades Damai di desa-desa. Kita akan awasi benar-benar," terangnya.

Tercatat, hingga hari ini sudah ada 73 bakal calon kades yang akan berlaga dalam pemilihan kepala desa. Namun, seorang calon dari Desa Jetak Getasan, akan dieliminasi karena jumlah calon yang mendaftar sebanyak enam orang.

"Sesuai ketentuan, minimal calon itu dua orang dan maksimal lima, sedangkan di Desa Jetak, Kecamatan Getasan, terdapat enam orang sehingga nantinya tereliminasi satu dan total calon berjumlah 72 orang," pungkas dia.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/apl)