Asap Tebal Pembakaran Semak Sempat Ganggu Pengguna Jalan di Klaten

Asap Tebal Pembakaran Semak Sempat Ganggu Pengguna Jalan di Klaten

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 18:59 WIB
Aipda Heru Suryanto memadamkan api dengan selang seadanya di tepi jalan Jogja-Solo, Kamis (29/9/2022) sore.
Aipda Heru Suryanto memadamkan api dengan selang seadanya di tepi jalan Jogja-Solo, Kamis (29/9/2022) sore. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Pengguna jalan Jogja-Solo di ruas Kota Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, sempat terganggu asap tebal dari pembakaran semak belukar, sore tadi. Asap itu ternyata berasal dari pembakaran semak di tepi jalan.

"Saya pas lewat sekitar pukul 16.00 WIB asapnya sangat tebal. Sangat mengganggu, jarak pandang terbatas," kata warga Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Parwito, kepada detikJateng, Kamis (29/9/2022).

Parwito mengatakan, saat mengetahui kabut asap itu dirinya sempat berhenti. Ternyata asap itu berasal dari pembakaran semak belukar di tepi jalan.


"Persisnya di barat jalan arah dari Solo, di selatan Pos Polisi Karang," terang Parwito.

"Yang terbakar cukup luas, saya kira itu dibakar sengaja. Kalau tidak, tidak mungkin seluas itu. Tadi saya mau panggilkan pemadam kebakaran," ucap Parwito.

Warga lain, Giyanto, mengatakan di sekitar lokasi itu memang sering ada pembakaran.

"Biasanya ban bekas, tapi dari lokasi tadi agak ke selatan. Tapi kalau ban asapnya ke atas," ucap Giyanto kepada detikJateng.

Secara terpisah, Aipda Heru Suryanto mengatakan dirinya langsung mengecek lokasi bersama Bripka Abdul Rokhim setelah mendapatkan informasi tentang asap tebal yang mengganggu pengguna jalan.

"Tidak ada orang di lokasi, tidak jelas siapa yang membakar. Kita padamkan dengan kita siram air," kata Heru kepada detikJateng.

Menurut Heru, asap tersebut bisa mengganggu pengguna jalan karena lokasi pembakarannya di tepi jalan.

"Berpotensi mengganggu pengguna jalan. Kita tidak ingin ada kecelakaan karena asap semak yang dibakar," sambung Heru.



Simak Video "Belasan Pasangan di Klaten Ikut Nikah Massal, Pengantin Tertua 80 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ams)