Pembunuh PNS Semarang Masih Berkeliaran, 3 Saksi Minta Perlindungan LPSK

Pembunuh PNS Semarang Masih Berkeliaran, 3 Saksi Minta Perlindungan LPSK

Afzal Nur Iman - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 18:47 WIB
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat di TKP penemuan mayat, Marina, Semarang, Kamis (29/9/2022).
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat di TKP penemuan mayat, Marina, Semarang, Kamis (29/9/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng
Semarang -

Tiga orang saksi pembunuhan PNS Bapenda Semarang Paulus Iwan Boedi Prasetyo meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Mereka khawatir karena pelaku pembunuhan itu belum tertangkap.

"Sejauh ini dari pelaku belum ada satu pun yang terindentifikasi maupun tertangkap, artinya pelaku belum ketahuan itu siapa. Kalau pelaku kemudian merasa khawatir atas kesaksian yang disampaikan oleh para saksi ini, mungkin saja pelaku melakukan sesuatu untuk mengancam keselamatan para saksi," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat mengecek TKP penemuan mayat Iwan di kawasan Marina, Semarang, Kamis (29/9/2022).

"Tiga orang itu saksi," imbuh Edwin.


Hari ini, LPSK ke Semarang untuk menindaklanjuti permintaan perlindungan tersebut. Selain mengecek TKP, LPSK juga ke Mapolrestabes Semarang untuk berkoordinasi dengan polisi dan meminta keterangan dari tujuh orang saksi.

"Kami sudah mendapatkan keterangan dari tujuh saksi, sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait, hari ini dengan Polrestabes Semarang. Hari ini kami ke TKP untuk melihat langsung seperti apa, sudah dijelaskan oleh polres terkait apa saja yang sudah dilakukan, termasuk perkembangannya," jelasnya.

Edwin menyebutkan tiga orang saksi yang meminta perlindungan itu bukanlah keluarga Iwan. "Di luar keluarga korban," katanya.

Menurut Edwin, sejauh ini belum ada ancaman atau intimidasi yang diterima oleh saksi yang meminta perlindungan LPSK.

"Asumsi, dugaan, kekhawatiran dari para saksi terhadap pelaku ini wajar," ujar Edwin.



Simak Video "Dukun Diperiksa Jadi Saksi Kasus Mutilasi PNS Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ams)