Kesaksian Warga Ditodong Senjata Saat Penangkapan DN Aidit di Solo

Kesaksian Warga Ditodong Senjata Saat Penangkapan DN Aidit di Solo

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 28 Sep 2022 06:05 WIB
Prapto (70), saksi hidup penangkapan Aidit, saat dijumpai di rumahnya, Sambeng , Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Jumat (16/9/2022).
Prapto (70), saksi hidup penangkapan Aidit, saat dijumpai di rumahnya, Sambeng , Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Jumat (16/9/2022). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng)
Solo -

Kampung Sambeng Solo menyimpan sejarah berakhirnya persembunyian pentolan Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit. Seorang warga Kampung Sambeng menceritakan pengalaman mencekam saat DN Aidit diciduk pada 1965 silam.

"Saya sempat ditodong senapan di dada saya, tapi tidak dibawa karena saya masih 12 tahun saat itu," kata Prapto (70), saksi hidup penangkapan Aidit, saat dijumpai di rumahnya, Sambeng RT 02 RW 03, Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Jumat (16/9/2022).

Saat itu, 22 November 1965 dini hari, tentara datang ke kampung yang berada di Mangkubumen, Banjarsari Solo dan membangunkan warga yang sedang terlelap.


"Semua laki-laki dibawa tentara, dikumpulkan, disuruh jongkok, tangannya di atas kepala," tutur Prapto.

Rupanya pasukan tentara di bawah komando Kolonel Jasir mendapatkan informasi bahwa DN Aidit bersembunyi di Sambeng.

Tentara kemudian menggeledah sebuah rumah yang dihuni oleh seseorang bernama Kasim. Tak ada pula yang tahu kapan Aidit mulai tinggal di rumah Kasim. Menurutnya, warga kampung tidak ada yang mengenal Aidit.

"Itu kan rumah Bu Harjo, dikontrak Pak Kasim, katanya itu temannya Aidit. Tapi orang sini tidak tahu kapan datangnya," kata Prapto.

Ayah Prapto termasuk orang yang diangkut aparat saat itu. Namun dalam beberapa hari, ayahnya dipulangkan karena tidak terbukti menjadi bagian dari PKI.

"Banyak yang tidak pulang saat itu. Ada yang beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian mereka pulang," ujar dia.

Kasim Diinterogasi dan DN Aidit Ditangkap

Dalam pengejaran itu, pasukan awalnya gagal menemukan Aidit, hingga Kasim diinterogasi dan memberi tahu keberadaan Aidit. Ada versi yang mengatakan Aidit bersembunyi di dalam lemari, ada pula yang menyebut bersembunyi di balik lemari.

"Kalau saya dengar itu sembunyi di belakang lemari. Biasanya lemari kan dipasang menempel tembok, tapi ini di sudut rumah sehingga masih ada ruang di belakangnya," katanya.

Simak lebih lengkap di halaman berikutnya...



Simak Video "Lukas Tumiso, Eks Tapol Penyintas Pulau Buru"
[Gambas:Video 20detik]