Rakor Bareng KPK-Kepala Daerah, Ganjar Singgung Sunat BLT BBM di Blora

Rakor Bareng KPK-Kepala Daerah, Ganjar Singgung Sunat BLT BBM di Blora

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 20:28 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan KPK usai rakor di Kantor Pemprov Jateng, Semarang, Selasa (27/9/2022).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan KPK usai rakor di Kantor Pemprov Jateng, Semarang, Selasa (27/9/2022). Foto: dok. Humas Pemprov Jateng
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan kepala daerah dan jajaran di wilayahnya agar tidak korupsi. Di lokasi yang sama, KPK juga mewanti-wanti kepala daerah agar tidak menipu untuk melakukan korupsi.

"Kejadian yang hari ini masih ada. Ada saja yang ditangkap OTT, itu nggak jauh-jauh, jual-beli jabatan, minta minta komisi, ngatur proyek, investasi, dipalak. Pokoknya nyebelin lah yang gitu-gitu," kata Ganjar dalam keterangan yang diterima detikJateng, Selasa (27/9/2022).

Hal itu disampaikan Ganjar dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Terintegrasi dalam Upaya Mewujudkan Pemda yang Profesional, Transparan, Akuntabel, dan Bebas Korupsi di Wilayah Pemprov Jateng. Rakor ini menghadirkan KPK, Kemendagri dan BPKP serta kepala daerah se-Jateng.


"Saya ceritakan secara terbuka ini lagi banyak yang ramai. Kejadian di Blora pemotongan BLT karena orang melihat itu kecil sekali tapi dari sisi kelakuan itu nggak benar," imbuhnya.

Ganjar kemudian bicara soal operasi tangkap tangan (OTT), seperti yang terjadi di Pemalang beberapa waktu lalu. Dia pun meminta agar komitmen antikorupsi tidak hanya lip service namun aksi nyata.

"Korupsi tidak cukup di lip service. Buktinya dikandani juga ngeyel. Kemudian terjadi OTT di mana-mana," ujar dia.

Ganjar lalu menyinggung soal OTT pejabat Mahkamah Agung dan seorang pengacara asal Semarang. Dia menyebut pengacara itu sempat bertemu dengannya beberapa minggu sebelum ditangkap KPK.

"Kemarin agak kaget ketika melihat atau mendengar berita, anggota MA kena OTT, yang menarik lawyernya orang Semarang. Beberapa minggu sebelumnya ketemu saya dan bercerita soal pluralisme, kita cerita soal pelayanan publik," jelas Ganjar.

"Dari cerita itu (OTT KPK) saya melihat orang mulai berani berkata apa adanya dengan segala kejadian yang mereka timpa berani mengakui, 'Saya salah, saya kurang ajar, buruk moralnya dan tidak patut jadi contoh baik', begitu kira-kira. Pesan itu mengingatkan dan mencubit kita semua untuk berlaku benar," sambung dia.

Politikus PDIP ini lalu membahas soal pemotongan BLT yang akhirnya langsung ditangani Bupati Blora. Ganjar mengingatkan masyarakat saat ini sudah makin kritis dan media sosial membantu menyebarkan kritik tersebut.

"Kejadian berulang kemarin yang Blora. Ya bukan berulang karena diangkat lagi sekarang. Masyarakat makin kritis, LSM makin banyak, tekanan makin banyak, dengan medsos bisa disebar. Maka saya minta Pak Arief (Bupati) sidak langsung. Ya diproses sampai kepolisian, semua dikembalikan," jelas Ganjar.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua KPK RI, Nurul Ghufron mengatakan tagline Ganjar yaitu Mboten Korupsi Mboten Ngapusi merupakan upaya mencegah korupsi. Ghufron berharap tagline itu bisa diimplementasikan.

"Saya hanya ingin menagih. Di hadapan para kepala daerah, ojo ngapusi, ojo korupsi. Korupsi itu ngapusi (membohongi) diri anda sendiri, rakyat dan Allah Tuhan Yang Maha Esa. Kalau dirinya saja dijajah dan dikibulin dan senang-senang saja terhadap diri anda, berarti Anda tidak tahu diri," kata Ghufron.

Ghufron lalu menyinggung soal koruptor yang hanya takut ditangkap penegak hukum seperti KPK. Dia pun meminta agar kepala daerah tidak berbohong alias ojo ngapusi demi korupsi.

"Kalau yang ditakuti KPK, KPK itu orangnya sedikit, di Jakarta. Banyak kelemahannya KPK ini. Maka Anda banyak cara mengelabuhi untuk korup agar tidak ditangkap KPK, tapi apa ini yang akan jadi jalan anda? Jadi jawabannya, ojo ngapusi!" tegasnya.



Simak Video "Ganjar: Pencegahan Korupsi Tak Cukup Lip Service"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/apl)