Ganjar Ajak Mahasiswa-Ojol Kawal Langsung Penyaluran BLT BBM

Ganjar Ajak Mahasiswa-Ojol Kawal Langsung Penyaluran BLT BBM

Inkana Putri - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 14:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengajak masyarakat khususnya mahasiswa dan driver ojek online (ojol) untuk mengawasi langsung penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi kelompok terdampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

Ajakan itu disampaikannya saat diskusi panel terkait dinamika dan strategi menghadapi dampak pengalihan subsidi BBM yang diselenggarakan Polda Jawa Tengah di Hotel Patra, Semarang, Selasa (27/9) pagi.

"Maka sekarang kita ajak, mau nggak dengan saya yang saya berikan ini kawan-kawan bisa terlibat. Umpama ojek online maupun konvensional, bisa nggak membantu yang belum mendapatkan bantuan siapa, IKM siapa, petani siapa, nelayan siapa. Ini semua kan kelompok sasaran," ujar Ganjar dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).


Ganjar memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan masyarakat yang ingin berkontribusi langsung dalam penyaluran BLT BBM. Ia menyarankan mereka untuk membangun posko mahasiswa atau sejenisnya sebagai tempat bagi para pihak yang ingin mendampingi pembagian BLT BBM secara langsung.

Nantinya, kata dia, para mahasiswa dan masyarakat dapat mengontrol dan mengetahui langsung penyaluran BLT BBM. Di sisi lain, penyaluran BLT BBM juga menjadi lebih optimal dan tepat sasaran.

"Atau mereka juga bisa mendampingi pembagian BLT yang bermasalah, kalo iya, saya distribusi. Silahkan ini pembagiannya di sini tempatnya, mungkin ada posko mahasiswa untuk mendampingi pembagian BLT itu lebih keren," papar Ganjar.

"Maka nanti akan bisa melihat perilaku korupsinya, transparansi yang dilakukan jangan-jangan juga menemukan governance yang baik. Sehingga mereka akan bisa perbaiki atau ide-ide mahasiswa juga bisa disampaikan," imbuhnya.

Menurut Ganjar, pelibatan langsung mahasiswa dan ojek online dalam pembagian BLT BBM jauh lebih bermanfaat daripada melakukan demo yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.

"Saya sampaikan yang pertama kondisinya tidak mudah dan terjadi di seluruh dunia. Lalu apakah kita bisa merespon dengan baik atau tidak. Saya bicara secara terbuka kok, pengangguran akan naik, kemiskinan potensi meningkat, ekonomi ada kemungkinan menurun. Jadi situasinya nggak bagus," jelas Ganjar.

"Maka ayo kita melakukan tindakan yang lebih jelas. Protes boleh, demo boleh, yang penting tidak merusak dan tidak saling menyakiti," pungkasnya.

(akd/ega)