Gaya Promosi Rokok Kretek Nitisemito, Sebar Brosur Naik Pesawat Fokker

Gaya Promosi Rokok Kretek Nitisemito, Sebar Brosur Naik Pesawat Fokker

Dian Utoro Aji - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 19:38 WIB
Koleksi Raja Kretek Nitisemito yang ada di Museum Kretek Kudus, Selasa (27/9/2022).
Sosok Raja Kretek Nitisemito di Museum Kretek Kudus, Selasa (27/9/2022). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Kudus -

Raja Kretek Nitisemito diabadikan menjadi sebuah nama jalan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ternyata di balik kekayaannya, Nitisemito pernah menyewa pesawat jenis fokker dari Belanda untuk menyebarkan brosur promosi rokok miliknya.

Nama Nitisemito diabadikan di jalan kawasan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus. Terlihat jelas plang yang bertuliskan Jalan Nitisemito.

Staf Museum Kretek Kudus, Rina Hidayati Noor mengatakan sosok Nitisemito merupakan pelopor kretek di Kudus. Kata dia, Nitisemito pernah menyewa pesawat khusus untuk menyebarkan brosur rokok kretek miliknya.


"Beliau keren sekali di promosi, sudah mikir, ada koleksi promosi lewat stand terus lewat sayembara keliling, memberi hadiah sepeda, menyewa pesawat fokker untuk menyebarkan brosur dari udara," kata Nana sapaannya kepada detikJateng ditemui di Museum Kretek, Selasa (27/9/2022).

Nana menjelaskan Nitisemito merupakan pelopor rokok kretek di Kudus pada tahun 1910-an. Nana menyebut ada berbagai macam koleksi peninggalan Raja Kretek yang disimpan di Museum Kretek Kudus.

"Nitisemito ini kan pelopor kretek ya di Kudus. Jadi beliau orang yang penting di dunia kretek, karena beliau pelopornya. Dan kita ada beberapa koleksi tentang beliau, ada lukisan Nitisemito, ada koleksi foto, ada buku akutansi," jelasnya.

Tak hanya itu, kata dia, perusahaan rokok kretek milik Nitisemito sempat berjaya pada tahun 1914. Perusahaan milik Nitisemito itu mampu membangun lagi pabrik baru seluas 6 hektare di Desa Jati, Kudus, dan mampu menampung hingga belasan ribu karyawan.

"Beliau penting di dunia kretek karena beliau adalah pelopor industri kretek di Kudus. Beliau zaman Belanda sudah memiliki pabrik dan karyawan mencapai 15 ribu, dan karyawan mayoritas warga Kudus. Itu artinya sudah mampu membuka lapangan kerjaan masyarakat Kudus," ungkap Nana.

Masa kejayaan perusahaan rokok kretek milik Nitisemito mengalami penurunan karena beberapa faktor. Pertama karena permasalahan internal, lalu karena Perang Dunia II dan masuknya tentara Jepang menambah memperburuk usaha rokok kretek di Kudus kala itu.

Akhirnya pada tahun 1953 rokok kretek dengan cap Bal Tiga milik Nitisemito dinyatakan pailit dan rokok tersebut berangsur hilang di pasaran.



Simak Video "Warga Berebut Nasi Berkat Buka Luwur Sunan Kudus"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/ams)