Thiwul hingga Gudeg Manggar Jogja Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda RI

Thiwul hingga Gudeg Manggar Jogja Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda RI

Adji Ganda Rinepta - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 18:11 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (27/9/2022).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X usai penyerahan sertifikat WBTb, Selasa (27/9/2022). (Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJateng)
Jogja -

Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan menyerahkan 134 sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Jogja tingkat nasional. 134 warisan budaya ini bervariasi dari tradisi Labuhan Merapi, kuliner Thiwul hingga lemper.

134 budaya tersebut itu sudah ditetapkan sebagai WBTb tahun 2021 lalu. Sertifikat diserahkan oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, diwakili Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Judi Wahjudin kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Usai penyerahan Judi mengatakan penetapan ini sebagai upaya mengumpulkan sumber daya budaya sebagai aset bangsa. "Penetapan ini maknanya sebenernya tidak hanya kehadiran pemerintah dalam rangka melindungi WBTb tetapi disini juga kami mencoba mengumpulkan sumber daya budaya sebagai aset bangsa," tutur Judi, Selasa (27/9/2022).


Lebih lanjut, Judi mengungkapkan banyak manfaat yang bisa didapat dalam penetapan WBTb ini. Manfaa itu melingkupi bidang pendidikan hingga bidang wisata.

"Karena melalui data-data yang valid kita bisa mendukung dunia pendidikan, misalnya dengan muatan lokal, atau penguatan pendidikan karakter, bisa juga dijadikan data atau sumber penelitian. Bisa juga dijadikan inspirasi untuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis kebudayaan termasuk untuk wisata budaya dan diplomasi budaya," tambahnya.

Saat ini Pemda DIY sedang mengajukan 22 objek budaya lain di Jogja. 22 objek tersebut termasuk objek yang dibahas oleh Direktorat Pelindungan Kebudayaan dalam sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Jogja, 27 September sampai 1 Oktober 2022.

"Saat ini di wilayah Jogja ada 134 yang sudah ditetapkan di peringkat nasional, dan saat ini sedang diusulkan 22. Jadi mudah-mudahan 22 objek tersebut sudah reperenstatif sudah valid datanya sehingga dalam rangkaian sidang hingga 1 Oktober ini mudah-mudahan bisa ditetapkan," ujar Judi.

Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut tak mudah mendapatkan sertifikat WBTb. Banyak sekali rangkaian proses yang harus dijalani.

"Untuk mendapatkan sertifikat itu tidak mudah, dalam arti harus ada proses sendiri. Yang mau kita usulkan itu produk makin lama ke belakang sebetulnya makin susah mencari asal usul gitu lho. Tapi ketentuan-ketentuan seperti itu kan harus bisa dipenuhi. Kalau tidak bisa dipenuhi ya, sebetulnya produk itu ada biar pun bisa kita lihat tapi tidak mudah untuk bisa dijelaskan asal usulnya. Cari fotonya aja juga susah," tutur Sultan.

Simak beberapa budaya yang mendapat WBTb di halaman selanjutnya...