Ganjar Ungkap BLT BBM Disunat Kembali Terjadi di Blora: Sikat Aja!

Ganjar Ungkap BLT BBM Disunat Kembali Terjadi di Blora: Sikat Aja!

Afzal Nur Iman - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 13:03 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi di acara FGD di Hotel Patra Semarang, Selasa (27/9/2022).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi di acara FGD di Hotel Patra Semarang, Selasa (27/9/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kembali mendapat laporan terkait pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM di Kabupaten Blora. Ganjar meminta oknum tak bertanggung jawab tersebut disikat.

Hal itu disampaikan saat Ganjar menjadi pembicara di FGD berjudul Dinamika dan Strategi Menghadapi Dampak Pengalihan Subsidi BBM di Hotel Patra, Semarang, Selasa (27/9/2022).

"Bantuan BLT di Blora, jadi masalah, kemarin kita langsung briefing. Izin Pak (Kapolda Jateng) kemarin kita minta tolong ke kepolisian dan ke kejaksaan sikat aja itu, kandani raiso (dinasihati tidak bisa), sikat," kata Ganjar.


Ganjar sudah mendapat laporan dua kali terkait pemotongan BLT BBM di Blora. Kasus pertama di mana ada istri kepala dusun yang meminta sumbangan kepada penerima BLT. Kedua, pemotongan dilakukan dengan dalih untuk pembangunan musala.

"Yang kedua kemudian terjadi lagi kemarin, alesannya untuk infak buat musala," katanya.

Menurutnya hal itu tidak pantas dilakukan, sebab penerima bantuan merupakan orang yang membutuhkan. Ganjar tak habis pikir dengan orang yang tega melakukan hal itu.

"Ini bantuan untuk orang kecil, jangan dipotong, kok tega," katanya.

Ganjar kemudian mengajak mahasiswa yang turut hadir di acara tersebut untuk mengalihkan demonya ke tempat-tempat pembagian BLT BBM. Dirinya mengusulkan agar demo itu dialihkan menjadi mengawasi pembagian BLT BBM.

"Mahasiswa boleh nggak demo ke sana, Anda demo lah, bentuk demonya boleh nggak mendampingi pada saat pembagian, saya ajak anda turun sama saya," imbuhnya.



Simak Video "Ganjar Jawab Isu Dilarang ke Luar Jateng: Boleh Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)