BLT BBM Diduga Disunat Rp 20 Ribu di Blora, Ganjar Minta Bupati Turun Tangan

BLT BBM Diduga Disunat Rp 20 Ribu di Blora, Ganjar Minta Bupati Turun Tangan

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Selasa, 20 Sep 2022 19:04 WIB
Ketum Kagama yang juga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Klaten, Senin (19/9/2022).
Ganjar Pranowo. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku mendapat laporan adanya praktik dugaan pemotongan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM sebesar Rp 20 ribu per orang. Hal tersebut terjadi di Kabupaten Blora.

Bahkan, aksi pemotongan bantuan tersebut juga terdokumentasi dalam bentuk video yang saat ini juga sudah menyebar di sosial media.

"Jangan potong BLT untuk alasan apa pun. Saya bilang tindak tegas kalau melakukan itu. Jangan main-main yang urusan rakyat ini," kata Ganjar usai menghadiri acara di Universitas Diponegoro, Semarang, Selasa (20/9/2022).


Ganjar menjelaskan sudah mendapat laporan soal itu. Ia menegaskan hal seperti itu tidak boleh terulang di mana pun.

"Ini berlaku untuk seluruh desa. Bukan hanya di Blora. Jangan potong BLT untuk alasan apa pun. Alasannya kemarin adalah untuk iuran, nggak ada itu. Itu menjadi modus saja," tegas Ganjar.

Ia mengaku sudah menghubungi Bupati Blora dan mendapat informasi yang bersangkutan diperiksa polisi. Ganjar juga akan ikut bicara langsung soal perkara itu.

"Saya kontak dengan Bupati Blora, hari ini sudah diperiksa polisi, alasannya tidak tahu, besok seluruh kades akan dikumpulkan. Bupati Blora minta saya agar ikut bicara maka besok saya akan ikut bicara," tegasnya.

Dalam video yang dilihat detikJateng tersebut, terlihat sejumlah ibu rumah tangga penerima BLT BBM menyetorkan uang Rp 20 ribu pada seorang wanita. Kemudian ada yang menanyakan soal penyetoran uang itu. Dialog itu dilakukan dengan bahasa Jawa.

"Ibu, perwakilan ya, daripada jadi tanda tanya, ini untuk apa, gitu?" tanya wanita yang terekam dalam video.

"Ini kan tidak hanya sekali dua kali. Kan berkali-kali mengantarkan undangan terus. Terus terang, kalau nanti sudah kumpul akan dibagi," jawab perempuan yang menerima uang.

Perempuan yang bertanya itu kemudian kembali memastikan, apakah pembagian yang dimaksud itu untuk warga yang tidak dapat. Ternyata malah dibantah.

"Dibagi untuk yang belum dapat?" tanya warga.

"Tidak, ya dibagi sesama petugas sendiri, setiap hari kan bekerja," jawab wanita itu.



Simak Video "Ganjar Jawab Isu Dilarang ke Luar Jateng: Boleh Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)