Menengok Mbah Pasiah Penjual Sayur Magelang, Sakit Katarak-Pengin Operasi

Menengok Mbah Pasiah Penjual Sayur Magelang, Sakit Katarak-Pengin Operasi

Eko Susanto - detikJateng
Minggu, 25 Sep 2022 15:21 WIB
Mbah Pasiah (70), warga Dusun Grogol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang saat memetik daun teh, Sabtu (24/9/2022).
Mbah Pasiah (70), warga Dusun Grogol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang saat memetik daun teh, Sabtu (24/9/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Kabupaten Magelang -

Mbah Pasiah (70), warga Grogol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, tiap harinya keliling jualan sayur. Pekerjaan tersebut telah dijalani sekitar 30 tahun yang lalu.

Ia keliling jualan sayuran di salah satu dusun yang berdekatan dengan Gunung Sumbing di wilayah Windusari. Pagi hari Mbah Pasiah kulakan sayuran di pasar yang tidak jauh dari rumahnya.

Setelah itu, sekitar pukul 09.00 WIB, diantar anaknya naik motor menuju Dampit untuk keliling jualan sayuran. Berjualan tersebut terkadang sampai sore hari sampai dagangannya habis. Namun saat ini jualannya tidak tiap hari.


"Masih jualan, sekarang nggak tiap hari. Jualan di Dampit (desa tetangga) membawa sayur, kelapa, gula, tahu, tempe, jajan pasar dan gereh (ikan yang dikeringkan)," kata Mbah Pasiah saat ditemui di rumahnya, Sabtu (24/9/2022).

Saat jualan ramai, katanya, mendapatkan untung Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Sedangkan untuk kulakan jika uangnya cukup dibayar langsung, namun terkadang ada barangnya dibawa terlebih dulu terus dibayar keesokan harinya.

"Dapat kadang habis untung Rp 25 ribu, Rp 20 ribu. (Kulakan) Ada uang diambil (bayar), kadang ambil dulu besok bayar, percaya (pedagang)," tuturnya.

Dari hasil jualan tersebut, katanya, bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya. Di rumahnya dia tinggal bersama anak, menantu dan kedua cucunya. Namun semenjak Minggu (11/9) lalu libur berjualan keliling.

"Sejak sekitar setengah bulan (libur), pada menanyakan. Saya ditunggu-tunggu karena repot (rumah dibangun) mulai Minggu Kliwon," tutur Mbah Pasiah yang telah memiliki 4 cicit itu.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...