UGR Rumah Boyolali Terdampak Tol Tertahan gegara Gugatan Anak, Ini Kata BPN

UGR Rumah Boyolali Terdampak Tol Tertahan gegara Gugatan Anak, Ini Kata BPN

Jarmaji - detikJateng
Kamis, 22 Sep 2022 17:44 WIB
Kantor BPN Boyolali.
Kantor BPN Boyolali. Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Uang ganti rugi (UGR) untuk objek tanah pekarangan rumah milik Sri Surantini yang terdampak proyek jalan Tol Jogja-Solo hingga saat ini belum dibayarkan. Penyebabnya adalah objek tanah seluas 1.166 meter persegi yang telah dibagi menjadi empat bidang itu masih dalam sengketa di pengadilan.

Dua anak Sri Surantini, yaitu Rini Sarwestri (51) dan Indri Aliyanto (47) masih mengajukan gugatan di Pengadilan Agama Boyolali. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali, selaku Ketua Panitia Pengadaan Tanah proyek jalan tol ini pun buka suara.

"Pihak penggugat itu kan belum menerima walaupun sudah ada beberapa kali putusan. Baik putusan di Pengadilan Negeri dua kali dan putusan di Pengadilan Agama (PA) sekali. Tapi mereka mengajukan lagi gugatan yang saat ini sedang ditangani di PA," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nur Sholikin, ditemui di kantornya, Kamis (22/9/2022).


Sehingga BPN pun hingga kini belum bisa membayarkan uang ganti rugi (UGR) empat objek di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali tersebut.

Seperti diketahui, dua orang anak menggugat ibu kandung dan tiga saudaranya terhadap objek tanah di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Penggugat yakni Rini Sarwestri (51) dan Indri Aliyanto (47).

Sedangkan pihak tergugat yakni ibu kandungnya, Sri Surantini (73), dan tiga saudara kandungnya yaitu Gunawan Djoko Hariyanto, Aris Haryono, dan Wiwik Wulandari. Serta Afrizal Dewantara Putra, yang merupakan anak kandung Rini Sarwestri juga turut yang digugat.

Objek tanah yang disengketakan itu terkena proyek strategis nasional, jalan Tol Jogja-Solo. Tanah seluas 1.166 meter persegi itu oleh Sri Surantini telah dihibahkan kepada tiga anak dan satu cucunya tersebut. Yaitu Gunawan Djoko Hariyanto, Aris Haryono, dan Wiwik Wulandari serta Afrizal Dewantara Putra.

Nilai ganti rugi objek tersebut sebetulnya juga sudah disepakati. Uang ganti rugi objek seluas 1.166 meter persegi yang telah dibagi menjadi empat bidang itu nilainya total Rp 2,1 miliar.

Meski sudah beberapa kali melayangkan gugatan dan telah ada putusan, namun pihak penggugat belum menerima. Dua kali putusan di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali, kemudian banding di Pengadilan Tinggi (PT), ditolak juga.

Setelah ada putusan inkrah itu, BPN melakukan upaya validasi untuk pembayaran UGR. Tetapi di sela-sela usulan pencairan UGR itu, muncul lagi gugatan ke Pengadilan Agama Boyolali. Di PA Boyolali, gugatan pertama juga sudah ada putusan yaitu tidak diterima, tetapi penggugat kini mengajukan gugatan baru baru.

"Karena masih ada perkara pengadilan, otomatis tidak bisa dibayarkan. Uangnya kita kembalikan ke negara," jelasnya.

Menurut dia, tidak ada regulasi yang menetapkan berapa kali gugatan bisa diajukan. Dalam ketentuannya, apabila objek masih dalam kondisi sengketa atau perkara, maka UGR tidak boleh dibayarkan.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...