Pertolongan Pertama pada Luka Bakar, Tak Perlu Pakai Odol!

Pertolongan Pertama pada Luka Bakar, Tak Perlu Pakai Odol!

Tim detikHealth - detikJateng
Selasa, 20 Sep 2022 02:00 WIB
Ilustrasi Lilin
Ilustrasi. Foto: iStock
Solo -

Dalam beraktivitas di rumah, tidak jarang kita mengalami kecelakaan kecil yang membuat kulit mengalami luka bakar. Beberapa di antaranya adalah terpercik minyak panas saat menggoreng, terkena korek api, tersundut rokok, atau terkena knalpot panas.

Meski terkadang terlihat sepele, penanganan terhadap luka bakar membutuhkan perhatian. Sebab, luka bakar kecil bisa berujung pada infeksi jika tidak ditangani secara tepat.

Di sisi lain, terkadang pengetahuan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada luka bakar juga masih minim. Bahkan, ada beberapa pengetahuan yang salah kaprah namun terlanjur diyakini oleh masyarakat.


Dikutip dari detikHealth, berikut ini beberapa hal yang harus segera dilakukan saat terkena luka bakar:

1. Guyur dengan Air

Saat terkena luka bakar sehingga kulit terasa panas, kamu harus segera mengguyur kulit yang terbakar dengan air yang mengalir.Selain bisa memberikan rasa dingin, hal itu juga menghindari terjadinya dehidrasi pada kulit yang terbakar.

Usahakan tidak terlalu singkat dalam mengguyur air di kulit yang terkena luka bakar. Kamu bisa mengguyurnya hingga 10 menit.

2. Jangan Olesi Odol

Banyak masyarakat yang meyakini bahwa luka bakar akan cepat sembuh dengan cara diolesi odol atau pasta gigi. Padahal, belum ada penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan terhadap cara ini.

Penanganan dengan diolesi odol, minyak maupun mentega justru berisiko lantaran benda-benda tersebut bisa jadi tidak steril sehingga bisa menyebabkan infeksi.

3. Tidak Perlu Dikompres Es Batu

Kesalahan berikutnya saat merawat luka bakar adalah mendinginkan kulit dengan menggunakan air es atau malah langsung dengan es batu.

Hal ini malah akan membuat luka semakin parah karena dingin yang ekstrem bisa mengerutkan pembuluh darah dan memperlambat proses penyembuhan.

4. Jangan Memecah Kulit yang Melepuh

Kulit yang mengalami luka bakar cenderung akan melepuh berisi cairan. Meski terlihat menggoda jangan sekali-kali mencoba memecahkan lepuhan tersebut seorang diri. Bila lepuhan terasa mengganggu minta bantuan dokter untuk mengempeskannya.

Lepuhan yang dipecahkan tidak hati-hati akan membuat kulit rusak sehingga memaparkan luka terhadap bahaya di lingkungan. Ini berarti infeksi jadi rawan terjadi.

5. Tutup Luka dengan Perban

Jika luka bakar menyebabkan luka yang terbuka, kamu perlu menutupnya dengan perban. Hal ini untuk mencegah masuknya kotoran yang bisa mengakibatkan infeksi.

Jika luka cukup luas dengan disertai rasa nyeri, tidak ada salahnya jika kamu memeriksakan diri ke dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.



Simak Video "Fakta Gunung Berapi, Ternyata Tak Cuma ada di Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)