Kolom Minggu Pagi

Ada Kesemek di Dada Bung Karno

Muchus Budi R. - detikJateng
Minggu, 28 Agu 2022 07:50 WIB
buah kesemek
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Solo -

Peristiwa ini diceritakan sejumlah tokoh sepuh terjadi dalam rapat di masa Kabinet Djuanda, pada era Pemerintahan Presiden Sukarno.

Pada rapat kabinet yang digelar di Istana Bogor hari itu dihidangkan camilan dan buah-buahan lokal. Berbagai literatur mencatat Bung Karno adalah penggemar makanan tradisional dan buah lokal, selalu menghidangkan kuliner lokal dan buah-buahan yang tumbuh di negerinya sendiri.

Menurut keluarga, buah kesukaan Bung Karno adalah semangka, pisang raja, kesemek, mangga, duku, atau rambutan. Serba lokal. Bung Besar ini juga selalu mentradisikan hidangan makanan dan buah-buah lokal di setiap acara, termasuk setiap rapat kabinet.


Baca juga: Si Miskin

Adalah Mr Suwaryo Ronoyudo yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Djuanda, yang ikut menyantap hidangan tersebut. Setelah memakan buah kesemek, dia spontan memberikan komentar, "Buah kesemek ini rasanya seperti apel."

Mendengar komentar Suwaryo, Bung Karno segera menghentikan aktivitas. Dia lalu menanyai Suwaryo untuk mendapat konfirmasi.

"Apa kau bilang, Waryo?"

"Kesemek ini lezat, Bung. Segar. Rasanya seperti apel," jawab Suwaryo mengulang dan mempertegas pernyataannya .

Bung Besar rupanya tersinggung atas ucapan Suwaryo. Murkalah Sang Legenda.

Dengan nada tinggi dan penuh penekanan makna, Bung Karno menegaskan, "Kau salah, Waryo. Bukan Kesemek seperti apel, tapi apel seperti kesemek."

Semua terkaget mengetahui reaksi Bung Karno yang sedemikian meledak. Semua terdiam sembari terus mencerna makna di balik murka sang pemimpin besar revolusi tersebut. Terlebih bagi Menteri Suwaryo yang segera menghentikan makan.

Tak lama setelah itu Bung Karno meninggalkan ruang rapat, semua disalami kecuali Suwaryo. Setelah kejadian itu Mr Suwaryo jatuh sakit karena terpukul batinnya dan baru sembuh setelah dijenguk Bung Karno, dua bulan setelahnya.

Bung Karno tersinggung dan marah. Percakapannya dengan Mr Suwaryo di atas bukan soal membandingkan apel atau kesemek, melainkan tentang mindset, cara berpikir dan cara pandang seseorang yang mempengaruhi setiap sikap dan perilakunya.

Sebagai pemimpin besar Bung Karno menempatkan kesemek, si buah lokal, pada posisi yang terhormat dan dengan penuh kebanggaan dan diutamakan. Selain adanya ketulusan sikap, harus ada beban ideologis dalam setiap perilaku pemimpin.

Solo, 28 Agustus 2022

Muchus Budi R adalah wartawan detikcom

--Tulisan ini merupakan pendapat pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi.



Simak Video "Momen Polisi Bangunkan Maling yang Ketiduran di Ruang Guru SDN Blora"
[Gambas:Video 20detik]
(mbr/ahr)