Tempe Jumbo Sepanjang 11 Meter Diarak dalam Karnaval HUT RI di Wonogiri

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Kamis, 18 Agu 2022 14:34 WIB
Tempe Jumbo diarak di Karnaval Kebangsaan Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Kamis (18/8/2022).
Tempe Jumbo diarak di Karnaval Kebangsaan Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Kamis (18/8/2022). (Foto: dok. warga Dungklepu, Wonogiri)
Wonogiri -

Tempe jumbo diarak dalam karnaval HUT ke-77 RI di Kabupaten Wonogiri. Tempe tersebut berukuran panjang 11 meter.

Tempe jumbo itu muncul di even karnaval kebangsaan Kecamatan Giritontro, Wonogiri. Pembuatan makanan berbahan dasar kedelai itu diinisiasi oleh Kelompok Karang Taruna Serdadu (Sesarengan Pemuda Dungklepu), Dungklepu Wetan, Kelurahan Giritontro.

"Ini (tempe jumbo) karya Karang Taruna Serdadu. Yang memimpin Pak Sutikno. Beliau kebetulan juga bekerja sebagai pengrajin atau pembuat tempe di desa kami," kata tokoh masyarakat Dungklepu, Nuryanto, kepada detikJateng, Kamis (18/8/2022).


Ia mengatakan tempe berukuran jumbo itu mempunyai panjang 11 meter dan lebar 45 sentimeter. Sedangkan ketebalan tempe mencapai 8 sentimeter. Sementara itu dalam proses pembuatannya tempe jumbo itu menghabiskan kedelai sebanyak satu kuintal.

Tempe Jumbo diarak di Karnaval Kebangsaan Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Kamis (18/8/2022).Proses pembuatan tempe jumbo yang kemudian diarak di Karnaval Kebangsaan Kecamatan Giritontro, Wonogiri. Foto: dok. warga Dungklepu, Wonogiri

"Tebal tempe 8 sentimeter melambangkan bulan Agustus (bulan ke-8). Lebar 45 sentimeter melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia. Tempe ini sudah dibuat sejak tiga hari lalu. Sudah didesain saat karnaval siap dikonsumsi," ungkap dia.

Nuryanto menuturkan tempe jumbo itu dipikul menggunakan bambu oleh 18 orang. Jumlah orang yang memikul itu menunjukkan tanggal pelaksanaan karnaval kebangsaan.

"Untuk Giritontro itu jarak tempuh karnaval sepanjang 1 kilometer, mulai dari SMK Kelautan hingga Kantor Kecamatan Giritontro. Mulainya pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Diawali anak sekolah baru kategori umum. Setelah selesai tempe itu dibagikan ke warga Dungklepu," jelas Nuryanto.

Tempe Jumbo diarak di Karnaval Kebangsaan Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Kamis (18/8/2022).Tempe Jumbo diarak di Karnaval Kebangsaan Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Kamis (18/8/2022). Foto: dok. warga Dungklepu, Wonogiri

Menurutnya, tempe jumbo itu dibuat sebagai simbol untuk meningkatkan potensi UMKM di desanya. Sebab potensi UMKM di setiap daerah harus ditunjukkan agar masyarakat lain juga termotivasi untuk berkecimpung di bidang industri kecil.

"Kebetulan di desa kami ada sejumlah warga yang bekerja sebagai pembuat tempe dan tahu. Tidak rata-rata, hanya sebagian. Nah ini yang ingin kami tonjolkan sebagai bagian dari UMKM," pungkas Nuryanto.



Simak Video "Jerit Pembuat Tahu-Tempe di Bali Saat Harga Kedelai Meroket"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/mbr)