Pakar UGM soal Wanita Ancam ITE Mbak Alfamart: Itu Salah Kaprah

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Senin, 15 Agu 2022 16:34 WIB
Poster
Ilustrasi viral di media sosial (Foto: Edi Wahyono)
Yogyakarta -

Pegawai Alfamart diancam seorang wanita akan dilaporkan terkait UU ITE usai mencegah dugaan pencurian cokelat di minimarket di Tangerang. Kini pihak Alfamart balik melaporkan wanita bernama Mariana itu.

Pakar hukum pidana UGM Fathahilah Akbar mengatakan untuk menjerat seseorang dengan UU ITE, perlu pembuktian lebih lanjut. Dalam kasus pegawai Alfamart ini, si perekam video sebenarnya tidak bisa dijerat UU ITE.

"Seperti contoh dalam kasus ini, misalkan dia menaruh fakta bahwa (ada yang) mencuri cokelat dan itu kan video ya tidak menambahkan fakta-fakta tertentu. Jadi kemungkinan percobaan pencurian itu terpenuhi sehingga itu di-publish di medsos. Untuk dijerat penghinaan atau pencemaran nama baik itu tidak bisa," kata Akbar saat dihubungi wartawan, Senin (15/8/2022).


Belakangan, pegawai Alfamart itu justru meminta maaf karena diancam dengan UU ITE oleh terduga pelaku pengambil cokelat. Akbar pun menilai ada penafsiran yang salah kaprah soal UU ITE.

Merujuk Pasal 310 KUHP ayat 3, jika hal itu dilakukan untuk kepentingan umum, contohnya untuk edukasi, maka tidak bisa dikatakan sebagai pencemaran nama baik.

"Saya rasa di kasus ini berlebihan juga ketika akhirnya dia meminta maaf karena (diancam) UU ITE, malah ini bisa terkesan suatu bentuk penggunaan salah kaprah UU ITE," bebernya.

Seperti dalam kasus ini, Akbar melihat yang dilakukan pegawai Alfamart sebagai bentuk edukasi ke masyarakat. Agar tidak melakukan kejahatan, walaupun masuk pidana ringan.

"Karena UU ITE juga ada unsur tanpa hak di mana di situ dia sudah merekam secara langsung dan dia juga punya hak terhadap video tersebut. Sehingga agak sulit juga untuk mengatakan tanpa hak," ungkapnya.

Dia pun menilai harus ada revisi dalam UU ITE. Seperti tentang definisi penghinaan dan pencemaran diperlukan batasan yang lebih jelas.

"Kalau UU ITE sudah masuk ke dalam daftar UU yang wajib direvisi, misal Pasal 27 ayat 3 tentang penghinaan dan pencemaran nama baik itu masih sangat umum definisi penghinaan dan pencemaran nama baik sehingga batasannya perlu diperkuat. Jadi memang harus ada revisi," pungkasnya.

Sebelumnya, kasus perempuan yang mengancam pegawai usai ketahuan mengambil cokelat di Alfamart Sampora, Cisauk, Tangerang, berbuntut panjang. Pihak Alfamart melaporkan wanita bernama Mariana itu.

"Dari pihak Alfamart sedang membuat laporan di polres," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu saat dihubungi, Senin (15/8/2022).

Selengkapnya di halaman selanjutnya...