Ironi Ferdy Sambo Sosialisasikan Perpol Kode Etik yang Jerat Dirinya

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 11 Agu 2022 10:32 WIB
Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Foto: dok. istimewa
Solo -

Pada Kamis, 22 Juni 2022, Irjen Ferdy Sambo menyosialisasikan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 di ruang rapat Div Propam Polri. Berselang 46 hari kemudian, Perpol baru tentang Kode Etik Profesi Polri itu diterapkan pada dirinya. Berikut informasi lengkapnya.

Dikutip dari detikNews, Inspektorat Khusus (Itsus) Polri menempatkan Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob selama 30 hari sejak Minggu (7/8) lalu. Hal itu berkaitan dengan kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Jumat (8/7).

Menurut anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto, penempatan Ferdy Sambo secara khusus itu sesuai dengan Perpol No 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri. "Di Pasal 98," kata Benny Mamoto kepada detikcom, Minggu (7/8).


Berikut lini masa Ferdy Sambo dan Perpol tentang Kode Etik yang dia sebut akan segera berlaku setelah dia sosialisasikan. "Tekankan bahwa setelah saya sosialisasikan, ini segera berlaku. Kamu masih main-main dengan norma yang ada, kita akan tindak tegas," kata Irjen Ferdy Sambo dalam video pendek yang diunggah akun Instagram @divpropampolri pada 27 Juni 2022.

1. Pertimbangan Lahirnya Perpol No 7 Tahun 2022

Perpol No 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri disusun dengan beberapa pertimbangan. Dikutip dari Perpol tersebut, berikut pertimbangan di antaranya:

  • Seiring dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat dan terjadinya perubahan nilai etika, budaya, dan perilaku yang terjadi di masyarakat berpengaruh pada sikap perilaku pejabat (anggota) Polri dalam pelaksanaan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya.
  • Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Peraturan Kapolri Nomor 19 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Polri sudah tidak sesuai dengan perkembangan perubahaan nilai etika, budaya, dan perilaku yang terjadi di masyarakat yang berpengaruh pada perilaku pejabat (anggota) Polri, sehingga perlu diganti.

2. Disosialisasikan Ferdy Sambo 22 Juni

Perpol No 7 Tahun 2022 yang terdiri dari 13 Bab dan 114 Pasal itu ditetapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta pada Selasa, 14 Juni. Perpol tersebut kemudian diundangkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada Rabu, 15 Juni.

Sepekan setelah diundangkan, Perpol No 7 Tahun 2022 disosialisasikan Irjen Ferdy Sambo di ruang rapat Divisi Propam Polri pada Rabu, 22 Juni. Saat itu Irjen Sambo masih aktif menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

3. Brigadir J Dibunuh 16 Hari Kemudian

Setengah bulan usai sosialisasi itu, Jumat (8/7), Brigadir Yoshua atau Brigadir J dibunuh di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Namun, dikutip dari detikNews, kasus kematian Brigadir J baru diungkapkan oleh pihak kepolisian dalam konferensi pers pada Senin (11/7).

Setelah ditempatkan secara khusus di Mako Brimob pada Minggu (7/8), Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (9/8). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan Irjen Ferdy Sambo yang memerintahkan Bharada E menembak Brigadir Yoshua.

"Timsus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap Saudara J yang menyebabkan Saudara J meninggal dunia yang dilakukan Saudara RE atas perintah Saudara FS," kata Kapolri Jenderal Sigit Listyo di kantornya pada Selasa (9/8), dikutip dari detikNews.



Simak Video "Seperti Apa Sosok Brigadir J Semasa Sekolah? Ini Kata Gurunya"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)