Polisi Ajudani Istri Pejabat? Ini Sikap Badrodin Haiti Saat Jadi Wakapolri

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 10 Agu 2022 16:19 WIB
Kapolri Jend Badrodin Haiti
Mantan Kapolri Jend Badrodin Haiti. Foto: Nathania Riris Michico/detikcom
Solo -

Salah satu tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J disebut sebagai ajudan istri mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Mengenai ajudan untuk istri pejabat Polri, Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti pernah membuat gebrakan dengan mengeluarkan perintah tegas. Berikut kisahnya.

Gebrakan tegas yang mengatur soal penugasan anggota polisi itu ditempuh Badrodin Haiti semasa menjabat sebagai Wakapolri pada 2014. Kala itu, Badrodin Haiti masih berpangkat Komjen. Setahun kemudian, Badrodin Haiti menjabat sebagai Kapolri periode 2015-2016.

Pada 2014, dikutip dari detikNews, Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti pernah mengeluarkan perintah tegas yang mengatur soal penugasan anggota kepolisian. Perintah itu tercantum dalam surat bernomor ST/429/IV/2014 tertanggal 28 April 2014.


Dilansir detikNews, surat itu dibuat berdasarkan hasil pengarahan Wakapolri kepada Karo SDM pada 22 April 2014 di ruang rapat SDM Kapolri. Ada 5 poin yang disebutkan dalam surat itu. Berikut 3 poin di antaranya yang khusus mengatur soal polisi menjadi ajudan atau tidak bertugas sesuai tupoksinya:

1. Tidak ada anggota Polri yang menjadi ajudan Kapolres dan ibu, anggota DPRD dan Sespri para Dir/Wadir dan Karo
2. Anggota Polri yang bertugas pada bagian administrasi digantikan dengan PNS
3. Anggota yang tidak bertugas pada tupoksinya, supaya dikembalikan untuk laksanakan tugas sesuai tupoksinya.

Pada Selasa (29/4/2014), Badrodin memberi penjelasan soal keputusannya tersebut. "Mabes Polri prioritaskan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga personel Polri 80 persennya ada di Polres dan Polsek. Nah, yang di Polres ini jangan dijadiin ajudan. Optimalkan saja untuk pelayanan," kata Badrodin.

Menurut Badrodin, aturan itu sudah berlaku sejak lama. Bila kapolres hendak memakai jasa sopir atau sekretaris pribadi, cukup diambil dari PNS saja.

"Dari dulu yang diizinkan pakai ajudan itu cuma kapolda. Kapolres ndak usah. Kalau mau pakai sopir atau Sespri (sekretaris pribadi), (Kapolres) cukup pakai PNS saja. Biar anggota yang sudah dikerahkan ke polres-polsek ini diberdayakan untuk operasional," jelasnya.

Lantas bagaimana sekarang? Dikutip dari CNNIndonesia, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan pernah mengatakan pihaknya akan mencari aturan terkait izin seorang anggota polisi menjadi sopir ibu Bhayangkari.

Pernyataan itu disampaikan Ramadhan saat merespons pertanyaan wartawan terkait izin Brigadir J atau Brigadir Nopriansyah Yosua menjadi sopir istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

"Oke nanti kita cari aturannya ya," kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/7/2022), dikutip dari CNNIndonesia.

Ramadhan kemudian menyampaikan bahwa seorang ibu Bhayangkari tidak memiliki ajudan. Ia menegaskan Brigadir J merupakan sopir istri Sambo. "Ibu Bhayangkari tidak ada ajudan. Jadi, kasus ini tidak ada bahwa Brigadir J merupakan ajudan, bukan ya, jelas ya, dia sopir," ucap Ramadhan.

Ramadhan juga memastikan Brigadir J merupakan anggota Polri yang bertugas di Divisi Propam Polri.

Seperti diketahui, Brigadir J tewas di rumah mantan Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022). Sejumlah tersangka telah ditetapkan dalam kasus pembunuhan Brigadir J, termasuk Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.



Simak Video "Seperti Apa Sosok Brigadir J Semasa Sekolah? Ini Kata Gurunya"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ahr)