Heboh Video Emak-emak Datangi Terduga Pedofil di Banyumas, Begini Faktanya

Vandi Romadhon - detikJateng
Senin, 08 Agu 2022 21:46 WIB
Womens hand typing on mobile smartphone, Live Chat Chatting on application Communication Digital Web and social network Concept. Work from home.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/oatawa)
Banyumas -

Viral video seorang perempuan mengklarifikasi seorang laki-laki pekerja rumah makan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap tiga anak laki-laki di bawah umur atau pedofilia. Dari penelusuran detikJateng, perempuan itu adalah seorang advokat bernama Silvia Devi Soembarto.

Saat dimintai konfirmasi, Silvia menceritakan peristiwa itu terjadi di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, pada Senin (1/8/2022). Menurutnya aksi itu dilakukan setelah laporan korban ke pihak berwajib sebelumnya tidak mendapatkan respons.

"Awalnya seminggu sebelumnya (25/7), saya kan punya kantor di Purwokerto Barat, warga sekitar situ dua orang melaporkan menemukan chat anaknya laki-laki masing-masing 12 tahun dan 13 tahun dengan yang saat itu diduga pelaku AR (41) yang tidak wajar, karena saya saat itu belum ada di Purwokerto dianter staf saya melapor ke Polresta Banyumas," kata Silvia, Senin (8/8/2022).


Menurutnya, dari laporan stafnya, Polresta akan menindak lanjuti laporan itu pada esok harinya. Namun hingga satu pekan dari laporan tidak ada tindak lanjut, bahkan AR masih beraktivitas sebagai pelayan di rumah makan.

"Seminggu kemudian saya ke Purwokerto, tiba di kantor saya subuh, mereka (orang tua korban) menunggu kondisinya mengenaskan lah sedih kesal. Karena sudah dua kali menanyakan ke Polresta tapi belum juga ditindaklanjuti," ujarnya.

Akhirnya Silvia bersama dua orang tua korban pada Senin (1/8) mendatangi Polresta Banyumas untuk menanyakan kelanjutan kepada Kanit PPA. Pihaknya ingin mendapatkan jawaban terkait tindak lanjut dan nasib para korban karena pelaku masih tetap berdagang.

"Alih-alih dijawab saya digas terus, harus sabar, karena perkara banyak saya debat sedikitlah sama beliau. Nah saya putuskan kemudian ke TKP koordinasi dengan RT setempat, Kades, Danramil setelah saya izin ke beliau bahwa saya akan membantu mendatangi pelaku agar menyerahkan diri," tuturnya.

Langkah itu menurutnya dilakukan untuk menekan pelaku agar mau menyerahkan diri. Karena warga setempat saat itu sudah cukup geram dengan tindakan AR.

"Salah satunya jalan agar pelaku tidak merajalela suruh minta menyerahkan diri kalau saya kan tugasnya bukan menangkap, tugas saya cuma mengamankan saja karena warga sudah tidak kondusif," lanjutnya.

Dia bersama warga akhirnya mendatangi tempat pelaku bekerja bersama warga setempat. Sebelumnya dia memastikan kepada warga agar tidak bertindak di luar batas dan menghindari amuk massa.

"Sudah sangat marah. Cuma saya bilang bisa bertindak tapi jangan anarkis," terangnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...