Kolom Minggu Pagi

Tentang Hijab dan Teladan Nabi

Muchus Budi R. - detikJateng
Minggu, 07 Agu 2022 08:01 WIB
rear view of Arabian school girl in classroom
Ilustrasi (Foto: Dok. Dutch News)
Solo -

Seorang Arab Badui mendatangi masjid Nabi di Madinah. Masuk ke dalam masjid, Badui tersebut lalu kencing di salah satu sisi masjid. Para sahabat Nabi marah. Beberapa bahkan hendak melabrak dan menarik Badui kurang ajar yang dianggap melecehkan tempat ibadah tersebut.

Nabi mencegah. Badui itu dibiarkan saja berlalu meninggalkan masjid, tanpa sedikitpun menerima kekerasan maupun hukuman.

Setelah Badui tersebut pergi, Nabi memerintahkan kepada para sahabat untuk mengambil air, kemudian bekas kencing itu pun disirami hingga bersih. Demi menjaga kesucian tempat ibadah.


Nabi tak marah, apalagi menghardik atau memaksa si Badui untuk minta maaf maupun membersihkan sendiri najis yang ditinggalkan di tempat suci itu.

***

Nabi juga pernah menegur salah satu sahabat kepercayaannya, Muadz bin Jabal. Teguran itu berawal dari tindakan Muadz ketika sedang menjadi imam salat di perkampungannya. Dalam salatnya, Muadz memilih bacaan surat-surat panjang setelah membaca Surat Fatihah.

Sejumlah warga setempat yang berjemaah salat bersama Muadz saat itu, mengeluh. Bahkan ada yang mengadukan persoalan surat panjang di salat Muadz tersebut ke pada Nabi. Ada yang menyampaikan alasan bahwa secara fisik tidak kuat berlama-lama berdiri, ada pula yang mengadu bahwa masih ditunggu untuk menyelesaikan pekerjaan dan sebagainya.

Salah satu sahabat kesayangan dan andalan itu lalu dipanggil oleh Nabi. Dia ditegur dan dinasihati; yang perlu dilakukan oleh seorang imam adalah mempertimbangkan kondisi jemaah. Maka saat menjadi imam, bacalah surat-surat yang pendek.

***

Pemahaman dan internalisasi nilai-nilai keagamaan masing-masing orang bisa mengkristal dalam rupa dan ekspresi yang beda-beda. Seorang imam maupun penentu keputusan lainnya perlu mempertimbangkan bahwa tak seluruhnya sama dan serupa sehingga tak bisa disamaratakan.

Biarkan persoalan hijab bagi siswa itu menjadi kesadaran pribadi, seperti halnya masyarakat umum bebas memutuskan mengenakannya atau tidak. Semua kembali pada pemahaman dan internalisasi nilai-nilai keagamaan masing-masing.

Tak semua siswa bisa disamaratakan. Nabi juga sudah menyontohkan seperti halnya saat beliau menghadapi si Arab Badui dan ketika menegur Muadz bin Jabal.

Solo, 7 Agustus 2022

Muchus Budi R, wartawan detikcom

--tulisan ini adalah pendapat pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi



Simak Video "Gelombang Demo di Iran Memanas, Korban Tewas Mencapai 50 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(mbr/aku)