Baru Dibeli Beberapa Jam, Sapi di Klaten Malah Mati Kecebur Sumur

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Jumat, 05 Agu 2022 09:34 WIB
Tim Damkar Klaten mengevakuasi sapi yang kecebur sumur, Kamis (4/8/2022).
Tim Damkar Klaten mengevakuasi sapi yang kecebur sumur, Kamis (4/8/2022).Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Nasib Isnanto, warga Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten ini memang sedang tidak beruntung. Sapi yang baru dibelinya beberapa jam dari pasar hewan kecebur sumur di rumahnya.

Proses evakuasi sapi itu harus melibatkan di Damkar Pemkab Klaten. Namun, sapi itu bisa diangkat dalam kondisi mati.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis sore (5/8/2022). Sedangkan proses evakuasi berlangsung hingga tengah malam.


"Sudah mati sebab beberapa jam baru diketahui pemiliknya. Kendala evakuasi sumur terlalu dalam," ungkap Kabid Pemadaman Penyelamatan dan Evakuasi Bidang Damkar Satpol-PP Pemkab Klaten, Sumino kepada detikJateng, Kamis (4/8/2022) malam.

Dijelaskan Sumino, sapi tersebut diperkirakan jatuh pukul 15.00 WIB tetapi diketahui pemiliknya sekitar pukul 17.00 WIB. Dilaporkan ke markas sekitar pukul 19.00 WIB.

"Dilaporkan sekitar jam 19.00 WIB. Padahal kedalaman sumur cukup dalam sekitar 18 meter dengan diameter sumur yang sempit, diameter sekitar 1,80 meter," jelas Sumino.

Untuk evakuasi, rinci Sumino, tim mengerahkan tiga mobil tangki dari Damkar dan satu tangki dari BPBD. Air digunakan untuk mengisi sumur agar sapi naik ke permukaan.

"Air digunakan mengisi sumur. Kita sudah berupaya tapi sapi sudah mati tetapi sapi harus tetap diangkat agar tidak berbau busuk dan air sumur harus dibersihkan," imbuh Sumino.

Pemilik sapi, Isnanto (55) menyatakan sapinya masuk sumur diketahui pukul 16.30 WIB. Saat itu didapati kandang sepi.

"Kejadian sekitar pukul 16.30 WIB saya ketahui, kondisi kandang sepi. Kandang kosong sebab saya tinggal ke Kemit (Desa Kwaren)," ungkap Isnanto.

Sapi tersebut, jelas Isnanto, baru dibeli siang dari pasar hewan. Setelah dimasukkan kandang dan diberi makan, dirinya pergi ke sawah.

"Jam 16.15 WIB saya ke sawah memupuk tanaman, setelah itu saya pulang dan menyiram halaman. Ternyata pompa air mati lalu saya cek kondisi sumur berantakan," lanjut Isnanto.

Saat sapi dicek, kata Isnanto, tidak ada di kandang dan ternyata di dalam sumur. Sapi tersebut umurnya sekitar satu tahun.

"Umurnya sekitar satu tahun. Sapi masih muda, mau dipelihara nantinya dijual untuk kurban (Idul Adha) tahun depan," pungkas Isnanto.



Simak Video "Jokowi Kirim Sapi Kurban untuk Warga Loloan Timur Jembrana"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)