Kampanye Antisampah, 3 Pelari Tempuh Rute Gianyar-Jakarta 1.230 Km

Afzal Nur Iman - detikJateng
Rabu, 03 Agu 2022 21:04 WIB
Tiga pelari The Rising Tide saat tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (3/8/2022).
Tiga pelari The Rising Tide saat tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (3/8/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng
Semarang -

Tiga pelari The Rising Tide yang menempuh rute 1.230 kilometer dari Gianyar Bali menuju Jakarta, tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Rabu (3/8/2022) sore. Di sepanjang rutenya, mereka mengkampanyekan gerakan antisampah.

"Sepanjang rute kami mendapatkan lingkungan yang bukan kita katakan baik, namun ada terjadi kealpaan. Kealpaan ini jadi pertanyaan, tanggung jawabnya siapa? Kita nggak mau saling blame ini tanggung jawab siapa. Ini tanggung jawab bersama," kata pelari utama The Rising Tide, Muryansyah, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (3/8).

Ada tiga orang yang menjadi pelari utama The Rising Tide. Selain Muryansyah, dua pelari lainnya dari Kopaska AL yaitu Kelasi Kepala (Klk) Edward Aji dan Kelasi satu (Kls) Leorudolf Zega.


Ketiganya berlari dari Gianyar Bali sejak 18 Juli dan diperkirakan tiba di Jakarta pada 17 Agustus 2022. Dengan finish yang bertepatan dengan HUT RI ke-77 itu, mereka berharap Indonesia bisa merdeka dari sampah.

Tiga pelari The Rising Tide saat tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (3/8/2022).Tiga pelari The Rising Tide saat tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (3/8/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng

"Harapan dan semangat ini kita dorong di 17 Agustus jadi kemerdekaan kita untuk lingkungan yang bersih dari sampah ayo bersama kita selamatkan bumi," katanya.

Tiga pelari The Rising Tide itu tiba di Pelabuhan Tanjung Emas sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka disambut pasukan TNI AL dan marching band yang dimainkan anak-anak.

Tiga pelari itu akan melanjutkan misinya besok dan akan dilepas oleh Wali Kota Semarang. Mereka pun berharap Wali Kota Semarang punya komitmen dalam hal isu lingkungan.

"Satu hal yang ingin kami sampaikan, dengan dukungan Bapak Wali Kota secara langsung dapat mendorong masyarakat secara umum, bahwa ada komitmen dari Bapak Wali Kota terkait isu lingkungan. Yang kita tahu di Semarang ini sering terjadi banjir rob, salah satunya ada di sampah," kata Muryansyah.

"Siapa tahu dengan warga mengerti inti dari sampah, tanggung jawab terhadap sampah, dan pemerintah mau membangun fasilitas yang sesuai dan efektif, mungkin ini bisa tertanggulangi dengan efektif dan cepat," sambung dia.

Selain berlari, mereka juga mendata dan mengumpulkan sampah. "Kita sudah ada data sampai saat ini sebanyak 30 ton dengan sampah campuran. nantinya data ini akan kami rilis setelah kami sampai, setelah kami diskusi dengan kementerian terkait bagaimana regulasinya," kata Muryansyah.



Simak Video "Ekspedisi Pencinta Lingkungan Berburu Jaring Hantu di Laut Hawaii "
[Gambas:Video 20detik]
(dil/aku)