Tertangkap Basah, 2 ABG Pelaku Vandalisme di Boyolali Disanksi Sosial

Jarmaji - detikJateng
Kamis, 28 Jul 2022 17:58 WIB
Pelaku vandalisme disanksi menghapus coretan-coretannya di Boyolali, Kamis (28/7/2022).
Pelaku vandalisme disanksi menghapus coretan-coretannya di Boyolali, Kamis (28/7/2022). Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Satpol PP Boyolali memberikan hukuman sosial kepada dua remaja atau ABG pelaku vandalisme yang tertangkap. Dua ABG itu diminta untuk menghapus coretan-coretan yang telah dibuatnya di sejumlah tempat.

"Untuk memberikan efek jera, kita berikan hukuman sosial ini membersihkan kembali vandalisme yang mereka lakukan," ujar Kepala Satpol PP Boyolali Sunarno kepada para wartawan, Kamis (28/7/2022).

Selain itu, Satpol PP juga memanggil kedua orang tua atau wali dari kedua ABG tersebut. Harapannya mereka bisa lebih ketat memantau kegiatan anak-anaknya.


"Yang paling berperan kan orang tua. Jadi mereka ikut dipanggil agar bertanggung jawab terhadap pendidikan dan perbuatan anaknya," imbuhnya.

Satpol PP Boyolali menangkap basah dua ABG pelaku vandalisme, inisial BA (16) dan AK (16), keduanya warga Kecamatan Teras, Boyolali, Rabu (27/7) kemarin. Mereka ditangkap petugas Satpol PP saat melakukan corat-coret di sebuah tembok depan bekas Pasar Cepogo, di depan rumah Sekda Boyolali.

Mereka kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Boyolali untuk diberikan pembinaan. Saat dimintai keterangannya, keduanya pun mengakui. Bahkan tak hanya di satu tempat di Cepogo itu. Tetapi juga vandalisme di sejumlah tempat di wilayah Boyolali Kota dan kompleks Kantor Terpadu Pemkab Boyolali.

Hari ini tadi, kedua remaja itu didampingi sejumlah petugas Satpol PP Boyolali melakukan pembersihan aksi corat-coretnya di sejumlah bangunan di kompleks kantor terpadu Pemkab Boyolali. Antara lain di patung Soekarno, sekitar patung jagung dan sejumlah titik lainnya.

Kemudian menghapus vandalismenya di papan baliho, papan penunjuk arah, serta tembok SMKN 1 Mojosongo, Boyolali.

BA mengaku, sudah membuat corat-coret seperti itu di lebih dari 100 tempat. Coretan itu bertuliskan 'dong adas'. Selain menggunakan cat semprot ada yang memakai spidol.

Dia mengaku tidak ada alasan khusus mengapa selalu menuliskan kalimat dong adas (daun adas) itu.

"Biar berbeda dengan yang dibuat orang lain saja," kata BA.



Simak Video "PT KAI Kecam Aksi Pelemparan Batu ke Kereta di Jaktim"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)