Asap Tebal Imbas Kebakaran Gudang Pupuk Mranggen, Warga Diimbau Bermasker

Mochamad Saifudin - detikJateng
Jumat, 22 Jul 2022 21:17 WIB
Asap membubung dampak dari bara api yang belum padam dari kebakaran gudang pupuk di Mranggen, Demak, Jumat (22/7/2022).
Asap membubung dampak dari bara api yang belum padam dari kebakaran gudang pupuk di Mranggen, Demak, Jumat (22/7/2022). (Foto: Mochamad Saifudin/detikJateng)
Demak -

Asap masih membubung di atas atap sekitaran gudang pupuk Mranggen, Demak, Jawa Tengah, yang terbakar. Ketua RT setempat mengimbau warga sekitar untuk mengenakan masker.

"Secara umum kita turut prihatin juga atas kejadian kebakaran ini. Memang secara efek dari kebakaran itu asap memang sejak tadi pagi terlihat sangat tebal, bahkan pandangan tidak lebih dari 1 atau 2 meter," kata Ketua RT 6 RW 2 Desa Bandungrejo, Abdul Lathif, saat ditemui di rumahnya, Jumat (22/7/2022).

"Saking tebelnya itu asap, sehingga kami mengimbau untuk dari warga ketika keluar ya kita sarankan untuk memakai masker. Agar menghirup udaranya itu nggak langsung kena asapnya," sambungnya.


Pantauan di lokasi sekitar pukul 20.40 WIB, asap masih membubung di atas sekitaran gudang pupuk CV Saprotan Utama itu. Arah angin terasa berubah dibandingkan siang tadi.

Abdul mengimbau warganya untuk mengenakan masker untuk antisipasi dampak asap dari kandungan bahan kimia tersebut.

"Memang kita tidak tahu ya nanti dampaknya apa, karena itu pupuk kan bahannya mungkin bahan kimia, efeknya apa kita tidak tahu. Yang jelas kalau memang terasa di mata itu agak sedikit perih. Cuman kalau secara umum dari warga kita ini nggak begitu langsung terkena. Karena anginnya kan dari timur jadi larinya ke barat sana," ujarnya.

"Kalau anginnya dari selatan, mungkin terkena dampaknya secara langsung. Kebetulan anginnya tidak berembus ke utara, cuma dari warga juga kerja keluar jadi merasakan itu tadi dari ketebalan asapnya," imbuhnya.

Ia mengatakan dirinya sejauh ini belum menerima laporan yang serius dampak warga terkena asap tersebut. Ia pun menilai secara kasat mata asap tersebut hanya asap biasa.

"Sementara ini tidak ada keluhan warga yang merasakan perih atau pusing, sejauh ini seperti kelihatan asap biasa saja. Tadi siang saya tadi juga ke Penggaron, juga biasa ya. Mungkin kita tidak tahu efeknya lebih lanjutnya tidak tahu masalahnya," terangnya.

"Ya itu hanya sejenis asap kita lihatnya secara kasat mata," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bara api dari kebakaran gudang pupuk di Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah masih dalam proses pemadaman. Asap masih tampak membubung di area sekitar gudang pupuk CV Saprotan Utama itu.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 20.15, asap masih membubung tinggi. Angin mengarah ke selatan.

"Saya tadi terakhir di TKP jam 18.00 WIB, tadi saya ibadah dulu, terakhir tadi masih standby empat unit Damkar yang besar dua dan yang kecil dua," kata Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono di lokasi, Jumat (22/7)

"Masih memadamkan terkait bara api yang ada di perusahaan CV Saprotan Utama," sambungnya.

Budi menjelaskan kendala pemadaman bara api dari pupuk pestisida tersebut lantaran tertimpa oleh runtuhan bangunan. Akibatnya kesulitan melakukan penyemprotan dan jika dibiarkan akan kembali menyala.

"Selanjutnya akibat dari bara api tersebut otomatis timbul asap yang mengepul sampai saat ini juga," jelas Budi.



Simak Video "Fakta-fakta soal Kepulan Asap di Grand Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)