Perda Semarang Beri Uang Pengemis Dikurung 3 Bulan, DPRD: Ancaman Maksimal

Afzal Nur Iman - detikJateng
Kamis, 16 Jun 2022 19:52 WIB
Seorang pengemis di simpang empat Kecamatan Kersana, Brebes kerap meludahi pengendara bila tidak memberi uang
Ilustrasi pengemis. Foto: Imam Suripto/detikcom
Semarang -

Pemerintah Kota Semarang kini gencar melakukan sosialisasi larangan memberi uang kepada pengemis di jalan. Larangan tersebut termuat dalam Perda tentang Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) yang dibuat sejak 2014 silam.

Dalam perda tersebut, warga yang kedapatan memberi uang kepada pengemis di jalan bisa dikenai sanksi kurungan 3 bulan atau denda hingga Rp 1 juta.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menjelaskan bahwa sanksi tersebut merupakan hukuman maksimal yang bisa diberikan. Dalam praktiknya bisa saja hukuman itu lebih rendah.


"Sebenarnya itu masuk kategori tipiring (tindak pidana ringan) sehingga ancaman itu sebenarnya ancaman maksimalnya," kata Anang melalui sambungan telepon, Kamis (16/6/2022).

Karena masuk kategori tindak pidana ringan, pelanggar Perda tidak perlu melalui proses penyidikan. Proses persidangannya juga dilakukan dengan proses pidana cepat.

"Dendanya kan tulisannya Rp 1 juta itu kan ancaman maksimal. Ya mungkin Rp 25 ribu ya bisa, Rp 50 ribu ya bisa, sebenarnya itu hanya untuk memberikan efek jera saja. Efek jera agar tidak melakukan seperti itu," katanya.

Anang sendiri terlibat dalam pembuatan perda tersebut sebagai ketua pansus. Menurutnya, aturan itu sebenarnya tidak melarang masyarakat untuk bersedekah.

"Karena yang kita khawatirkan anak-anak di bawah umur itu dieksploitasi, ini yang kita larang keras, sekarang kita buat juga Perda Kota Layak Anak nah di antaranya kita memang ingin menangani hal seperti itu," jelas Anang.

Sebelumnya, Dinas Sosial Kota Semarang menegaskan memberi uang kepada pengemis di jalan merupakan hal yang dilarang. Memberikan uang kepada pengemis di Semarang terancam sanksi 3 bulan kurungan dan denda Rp 1 juta.

"Perdanya yaitu ada pasalnya ya Pasal 30, jadi intinya Perda Nomor 5 Tahun 2014 itu yaitu tentang PGOT (Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar) jadi pengemis dan pemberi sama-sama melanggar Perda, sanksinya jelas, kurungan hukuman 3 bulan dan denda 1 juta," kata Kabid Tuna Susila dan Perdagangan Orang Dinas Sosial Kota Semarang, Bambang Sumedi saat dihubungi, Kamis (16/6).

Ada dua Perda yang mengatur pelarangan mengemis dan memberi uang kepada pengemis di jalan. Selain Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang PGOT, juga ada Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.

"Sanksinya sama," kata Bambang.



Simak Video "Aksi Pengemis Colek Bokong Pemotor Wanita Gegara Tak Diberi Uang"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)