Menengok Sekolah Khilafatul Muslimin di Wonogiri yang Kini Digaris Polisi

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Kamis, 16 Jun 2022 19:03 WIB
Sekolah Khilafatul Muslimin di Wonogiri kini digaris polisi, Kamis (16/6/2022).
Sekolah Khilafatul Muslimin di Wonogiri kini digaris polisi, Kamis (16/6/2022). Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng
Wonogiri -

Tujuh anggota Khilafatul Muslimin di Wonogiri ditangkap polisi karena menggelar kegiatan belajar mengajar tanpa izin. Bangunan sekolah itu kini kosong dan dipasangi garis polisi.

Sekolah milik Khilafatul Muslimin di Wonogiri itu berada di Dusun Jateng RT 001/RW 009 Desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kota. Sekolah itu didirikan tahun 2021 lalu, dan beroperasi di rumah milik salah seorang warga.

Pantauan detikJateng, area sekolah Khilafatul Muslimin di Jaten itu memiliki dua bangunan inti yang berjajar di depan dan belakang. Kedua bangunan itu kini dipasangi garis polisi.


Pada bangunan di bagian depan sebagian sudah ditembok, dan sebagian lagi terbuat dari kayu. Sementara bangunan belakang sekolah itu sudah berupa bangunan permanen dan beratap asbes.

Jalan masuk ke rumah itu terlihat dipalang dengan bambu, dan kendaraan tidak bisa masuk. Ada spanduk besar bertuliskan, 'Kami warga Jaten menolak Khilafatul Muslimin'. Spanduk ini juga ditemukan di sejumlah lokasi di area Dusun Jaten.

Di antara dua bangunan itu, terdapat sejumlah kamar mandi, tandon air, dan sumur. Di belakang rumah, tepatnya di samping kamar mandi terdapat area jemuran.

Di bangunan belakang tampak ada sejumlah kasur yang bergantungan di teras. Selain itu masih ada beberapa sepatu di rak serta peralatan lainnya.

Lokasi sekolah milik Khilafatul Muslimin di Dusun Jaten Desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kota, Kamis (16/6/2022).Lokasi sekolah milik Khilafatul Muslimin di Dusun Jaten Desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kota, Kamis (16/6/2022). Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng

Kompleks sekolah itu juga dilengkapi gazebo dan tempat parkir di bagian halaman. Di area belakang, ada sejumlah tanaman yang ditanam, seperti kacang tanah. Terdapat bekas lahan tanaman cabai yang gagal tumbuh.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dusun Jaten, Priyatno, mengatakan luas lahan yang digunakan untuk sekolah Khilafatul Muslimin di Jaten sekitar 2.000 meter persegi. Bangunan depan untuk kantor dan para ustazah, sedangkan bangunan belakang untuk ustaz dan murid laki-laki.

"Ini yang depan itu untuk kantor (sekolah) dan ustazah. Nah yang belakang untuk tempat ustaz dan murid. Jadi dipisah antara laki-laki dan perempuan," kata Priyanto.

Dia menyebut ketujuh anggota Khilafatul Muslimin sudah tak lagi salat di masjid kampung sejak sekolah itu berdiri.

"Dulu awalnya kalau salat ke masjid kami (kampung). Terus lama-kelamaan, terlebih saat punya sekolah ini sudah tidak. Mungkin salat di dalam. Tapi kalau bentuk bangunan masjidnya kan tidak ada," kata Priyanto.

Sebelumnya diberitakan, 7 anggota Khilafatul Muslimin di Wonogiri ditangkap jajaran Polres Wonogiri. Mereka disebut menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar tanpa izin.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto mengatakan tempat pendidikan itu berada wilayah Kecamatan Wonogiri Kota. Menurutnya, anggota Polres Wonogiri berhasil mengamankan tujuh tersangka yang semuanya berstatus sebagai guru atau pengasuh. Tujuh tersangka itu inisial YH, SD, IZ, SB, MI, RW dan AD.

"Mereka bukan warga Wonogiri, semua dari luar daerah. Ada yang dari Purwokerto, Bekasi, NTB, Bekasi dan Jakarta Utara," kata Dydit, siang tadi.



Simak Video "Ikrar Setia NKRI, Khilafatul Muslimin Majalengka Resmi Bubar!"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ahr)