Begini Cara Serulingmas Zoo Banjarnegara Cegah Rusa Tertular PMK

Uje Hartono - detikJateng
Rabu, 18 Mei 2022 06:45 WIB
Pemberian vitamin dan penyemprotan desinfektan pada rusa di Serulingmas Zoo Banjarnegara, Selasa (17/5/2022).
Pemberian vitamin dan penyemprotan desinfektan pada rusa di Serulingmas Zoo, Banjarnegara, Selasa (17/5/2022). Foto: Uje Hartono/detikJateng
Banjarnegara -

Pengelola kebun binatang Serulingmas Zoo, Kabupaten Banjarnegara, meningkatkan perawatan terhadap rusa. Selain memberikan vitamin kepada rusa, kandang rusa juga rutin disemprot disinfektan.

Petugas Serulingmas Zoo, Nenik, mengatakan langkah tersebut ditempuh untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Banjarnegara yang menyerang hewan berkuku belah.

"Untuk pencegahan PMK yang mulai ditemukan di Banjarnegara, kami melakukan peningkatan perawatan untuk rusa. Karena rusa ini termasuk berkuku belah," kata Nenik di Serulingmas Zoo, Selasa (17/5/2022).

Menurut Nenik, penyemprotan disinfektan di kandang rusa dan sekitarnya itu tiap tiga hari sekali.

Pengelola Serulingmas Zoo tidak memberlakukan aturan tambahan kepada pengunjung. Saat ini, pengunjung masih diwajibkan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan mencuci tangan.

"Masih bisa berinteraksi (dengan hewan), karena pengunjung kan wajib memakai masker dan mencuci tangan," jelas Neni.

Sekretaris Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Herina Indriastuti mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola Serulingmas Zoo berkaitan dengan pencegahan PMK.

"Kami sudah mengirimkan dokter hewan untuk memberikan langkah-langkah antisipasi penularan virus PMK," kata Herina.

Dia menjelaskan, virus PMK dapat menular melalui udara dengan radius hingga 10 kilometer. Sehingga semua hewan yang berkuku belah harus diwaspadai agar tidak tertular.

"Kalau ada yang terindikasi terjangkit harus segera dilaporkan kepada kami," ujar Herina.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menutup semua pasar hewan di daerahnya. Hal itu dilakukan menyusul ditemukannya virus PMK pada ternak di Banjarnegara.

"Mulai Senin 16 Mei 2022, semua pasar hewan di Banjarnegara ditutup. Baik yang pasar besar, maupun pasar kecil di seluruh wilayah di Banjarnegara," kata Plh Bupati Banjarnegara Syamsudin di rumah dinas Bupati Banjarnegara, Senin (16/5).

Penutupan pasar itu berlaku 14 hari. "Ada 14 ekor sapi yang positif terjangkit PMK di Kecamatan Banjarnegara dan Wanadadi, hasilnya sudah keluar. Masih ada 126 ekor sapi yang suspek dan hasil pemeriksaan belum keluar," sebutnya.



Simak Video "Awas! Penyakit Mulut dan Kuku Sudah Terindikasi di 6 Kabupaten di Jabar"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)