Begini Asal Muasal Tradisi Dandangan, Penanda Awal Ramadan di Kudus

Dian Utoro Aji - detikJateng
Sabtu, 19 Mar 2022 11:45 WIB
Makam Sunan Kudus, Jumat (18/3/202)
Makam Sunan Kudus (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Tradisi Dandangan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi penanda jika awal bulan Ramadan telah tiba. Lalu seperti apa sejarahnya?

Untuk diketahui, setiap tahun tradisi Dandangan digelar di Makam, Menara, dan Masjid Sunan Kudus. Tradisi ini digelar untuk menyambut awal bulan Ramadan.

Humas Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Denny Nur Hakim mengatakan tradisi dandangan berasal dari suara tabuh beduk. Beduk jika ditabuh berbunyi 'dang'. Lantas tradisi itu dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan dandangan.


"Sebenarnya dandangan itu kan diambil dari kata suara beduk yang ditabuh, yang berbunyi dang-dang-dang," kata Denny kepada detikJateng saat ditemui di kantornya, Jumat (18/3/2022).

Denny mengatakan tujuan tradisi Dandangan ini untuk mengumpulkan masyarakat di sekitar Menara Kudus. Setelah masyarakat berkumpul pun kemudian diberikan tahu tentang pengumuman awal bulan Ramadan oleh Sunan Kudus ketika itu.

"Tujuannya untuk mengumpulkan masyarakat, kalau misalnya masyarakat sudah berkumpul maka dikasih pengumuman seperti itu," ujar Denny.

Dia menyebut penyampaian pengumuman tersebut dikenal masyarakat sekitar menara dengan sebutan Blandrangan. "Nah penyampaian pengumuman itu dinamakan Blandrangan, sehingga bahasa masyarakat ini," sambungnya.

Denny mengatakan tradisi Dandangan ini biasanya digelar H-1 bulan Ramadan. Ada rangkaian acara saat tradisi Dandangan, mulai berziarah di makam Sunan Kudus hingga puncaknya menabuh beduk di atas Menara Kudus.

"Dandangan ritual untuk mengumpulkan masyarakat untuk menyampaikan pengumuman jika besok itu memasuk awal bulan Ramadan, H-1 bulan Ramadan," ucap Denny.

Rencananya tradisi tersebut tetap digelar dengan cara sederhana pada tahun ini. "Nanti kita ada sudah mulai tahun kemarin, berziarah dahulu baru nanti sambil menunggu beduk itu. Kemudian puncaknya menabuh beduk," tambah dia.

Denny menambahkan seribuan peziarah mulai ramai mengunjungi Makam Sunan Kudus menjelang bulan Ramadan. Diperkirakan puncak ziarah hingga sepekan sebelum Ramadan.

"Per hari awal pandemi, 1.500-2.000 peziarah, dengan protokol kesehatan secara ketat," tambah Denny.



Simak Video "Warga Berebut Nasi Berkat Buka Luwur Sunan Kudus"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ams)