Banjir di Purwodadi Grobogan Rendam 205 Rumah-3 Sekolah

Manik Priyo Prabowo - detikJateng
Selasa, 15 Mar 2022 17:37 WIB
Banjir melanda di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.
Banjir melanda di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (Foto: Manik Priyo Prabowo/detikJateng)
Grobogan -

Banjir melanda Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Akibatnya 205 rumah, 3 sekolah dan 4 musala tergenang air dengan ketinggian selutut hingga pinggul orang dewasa.

"Ada juga pondok pesantren yang tergenang, untuk rumah terendam 205. Kondisi air terindikasi naik terus jadi kita lakukan pemantauan dan evakuasi," jelas Kepala BPBD Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyowati saat dihubungi detikJateng, Selasa (15/3/2022).

"Untuk fasum yang tergenang ada 2 SD, 1 TK, 4 musala serta 1 pondok pesantren. Air masih tinggi dengan ketinggian sampai 1 meter lebih di titik tertinggi," imbuhnya.

Endang mengatakan, karena kondisi saat ini diindikasikan air naik, pihaknya menyiagakan 25 personel tim SAR BPBD, dan 20 petugas SAR gabungan dari PMI Tagana, Bagana Banser, dan Senkom. Mengingat kondisi cuaca mendung gerimis dan kondisi air tak kunjung turun meski sudah menggenang lebih dari 15 jam.

"Kita siagakan tim di lokasi dan jika perlu evakuasi akan dilakukan evakuasi. Saat ini air masih belum surut dan diindikasikan malah naik," terang Endang.

Tak hanya itu, banjir juga terjadi di dua kecamatan lain yakni di Desa Pengkol dan Katong Kecamatan Penawangan, serta Desa Cengkrong dan Candisari di Kecamatan Purwodadi. Namun, kondisi banjir terparah berada di Desa Cingkrong dengan kedalaman 1 meter lebih.

"Yang terparah di Cingkrong karena air menggenang akses jalan, sawah, dan permukiman. Ketinggian air di Desa Cingkrong terparah sampai 1 meter lebih," tutur Endang.

Sementara itu, menurut warga di lokasi banjir yakni Desa Cingkrong, air banjir meluap dari Sungai Serang sejak pukul 20.00 WIB. Kondisi air berangsur naik karena cuaca hujan sampai malam dan air Sungai Serang meluber.

"Sejak semalam sekitar jam 8-an. Sampai sekarang nggak surut. Ada yang masuk rumah ada yang tak masuk karena rumah sudah ditinggikan," jelas Sunarto kepada detikJateng.



Simak Video "Grobogan Dilanda Banjir, 205 Rumah Tergenang"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ams)