A-Z Persiapan Pura Mangkunegaran Jelang Jumenengan Mangkunegoro X

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 03 Mar 2022 07:15 WIB
Tujuh abdi dalem berlatih tarian Bedhaya Anglir Mendung untuk jumenengan Mangkunegoro X pada 12 Maret 2022 mendatang.
Tujuh abdidalem berlatih tarian Bedhaya Anglir Mendung jelang Jumenengan Mangkunegoro X pada 12 Maret 2022 mendatang. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng)
Solo -

Menjelang penobatan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai KGPAA Mangkunegoro X, Pura Mangkunegaran terus melakukan persiapan. Sejumlah abdi dalem tampak berlatih tarian pusaka Bedhaya Anglir Mendhung yang akan ditampilkan dalam acara jumenengan atau penobatan takhta pada 12 Maret mendatang.

Tarian pusaka Bedhaya Anglir Mendhung

Terlihat tujuh penari wanita berlatih di pendapa Pura Mangkunegaran kemarin. Tarian pusaka Pura Mangkunegaran yang diciptakan KGPAA Mangkunegoro I tersebut diiringi dengan alunan gending yang dimainkan para niyaga atau penabuh gamelan.

Tarian inilah yang akan ditampilkan dalam acara jumenengan nanti. Tari Bedhaya Anglir Mendhung akan dibawakan selama sekitar 50 menit.


"Itu memang latihan Bedhaya Anglir Mendhung. Ditarikan tujuh penari selama 50 menit," kata Pengageng Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat, saat dijumpai di Pura Mangkunegaran, Rabu (2/3).

Dia mengatakan persiapan tersebut sebetulnya sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu. Hal tersebut dilakukan supaya abdi dalem siap kapan pun dilakukan jumenengan.

"Sebetulnya persiapan ini sudah kami mulai setelah selesai acara 100 harian (meninggalnya KGPAA Mangkunegoro IX). Saya minta izin ke Gusti Putri untuk mempersiapkan panitia, siapa pun nanti yang jumeneng (dinobatkan)," ujar Lilik.

Undang 3 kerajaan trah Mataram Islam

Rencananya, jumenengan akan digelar pada 12 Maret 2022 sekitar pukul 10.00 WIB. Selain dihadiri keluarga, tiga kerajaan trah Mataram Islam turut diundang secara khusus, yakni Keraton Kasunanan Surakarta, Keraton Kasultanan Yogyakarta, dan Kadipaten Pakualaman.

"Pemangku wilayah di sini juga tentunya diundang, seperti Wali Kota Solo sampai Gubernur Jawa Tengah, karena pasti akan terus bekerja sama," katanya.

Jumlah undangan, kata Lilik, dibatasi 300 orang. Hal ini dilakukan sesuai aturan protokol kesehatan yang diterapkan Pemkot Solo.

Cerita GPH Bhre sering bermalam di makam ayahnya

Sebelum dikukuhkan sebagai KGPAA Mangkunegoro X, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo ternyata memiliki kebiasaan berziarah ke makam ayahnya, Mangkunegoro IX. Bhre bahkan sempat bermalam dan tidur di dekat makam ayahnya.

Cerita tersebut disampaikan oleh Pengageng Wedana Satrio Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat. Menurutnya, Bhre sering berziarah sendirian.

"Gusti Bhre memang wira-wiri ke Girilayu (makam para pengageng Pura Mangkunegoro). Tahu-tahu malam nggak ada, telepon saya ternyata di tempat romo-nya (ayahnya), tidur di makam, kan ada tendanya," kata Lilik saat dijumpai di Pura Mangkunegaran, Rabu (2/3).

Kebiasaan tersebut, kata Lilik, juga berhubungan dengan adat ketika Bhre sudah naik takhta menjadi Mangkunegoro X. Sebab ketika sudah bertakhta, Bhre tidak boleh lagi berziarah.

"Adatnya kalau sudah jumeneng (bertakhta) nggak boleh ke makam selamanya. Para nata (raja-raja) juga seperti itu. Kalau sudah jumeneng nggak boleh ke makam, Sinuhun (Pakubuwono), Sultan (Hamengku Buwono) juga begitu," ujarnya.

Geladi segera digelar

Menjelang upacara kenaikan takhta atau jumenengan pada 12 Maret 2022 nanti, Bhre akan melakukan beberapa prosesi. Termasuk akan dilakukan geladi untuk kelancaran acara jumenengan.

"Ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara internal, tertutup. Kemudian ada juga geladi bersih, lalu malem midodareni, baru jumenengan," pungkasnya.



Simak Video "Apem Kolak, Suguhan Khas Pura Mangkunegaran"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ams)