Hipotermia Makan Korban, Pendaki Gunung Lawu Wajib Waspadai Hal Ini

Hipotermia Makan Korban, Pendaki Gunung Lawu Wajib Waspadai Hal Ini

Andy Kurniawan - detikJateng
Selasa, 01 Mar 2022 17:24 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki Gunung Lawu yang meninggal, Senin (28/2/2022).
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki Gunung Lawu yang meninggal, Senin (28/2/2022). (Foto: dok. SAR Semarang)
Solo -

Pendaki asal Tangerang, Banten, Yusuf (40) tewas akibat mengalami hipotermia di Gunung Lawu, Jawa Tengah. Relawan Anak Gunung Lawu (AGL) menyebut kondisi cuaca di gunung tersebut memang sedang tidak bersahabat sehingga pendaki wajib meningkatkan kewaspadaan.

"Bulan-bulan Januari hingga awal Maret seperti ini memang curah hujannya tinggi. Hampir setiap hari hujan," ujar salah satu relawan AGL, Budi Santoso, dihubungi detikJateng, Selasa (1/3/2022).

Tingginya curah hujan, lanjut Budi, membuat pendaki rentan basah kuyup meski sudah mengenakan jas hujan. Kondisi ini yang menurutnya patut diwaspadai oleh para pendaki.


"Kalau hujannya sangat deras, pasti basah semua bajunya. Dengan kondisi basah kuyup, ditambah suhu di atas yang rendah, akan membuat kondisi tubuh cepat drop," jelasnya.

Sejak berangkat dari pintu pendakian Cemoro Kandang, lanjut Budi, korban memang diguyur hujan deras selama perjalanan. Akibatnya korban mulai mengalami gejala hipotermia di antara pos 3 dan 4.

"Wilayah itu (pos 4) suhunya sekitar 5 derajat Celcius. Dengan kondisi badan basah, tentu saja suhunya semakin terasa dingin. Apalagi korban sudah memiliki riwayat penyakit," kata dia.

Budi mengaku selama ini terus memberikan edukasi kepada para pendaki, agar mewaspadai tantangan cuaca yang mungkin akan mereka temui selama perjalanan. Selain peralatan yang lengkap, pendaki diminta untuk tidak memaksakan diri jika merasa tidak enak badan.

"Faktor yang paling menentukan adalah keputusan personal pendaki. Jika memang merasakan kondisi melemah, jangan memaksakan untuk terus naik," ucap Budi.

"Bukan cuma karena ada kejadian ini. Setiap kali ada pendaki yang mau naik, selalu kami berikan edukasi. Namun kembali lagi, keputusan personal di lapangan sangat menentukan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto menyebut seorang pendaki tewas di Pos 4 Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, lantaran diduga mengalami hipotermia. Jenazah pendaki asal Kabupaten Tangerang, Yusuf (40), itu dievakuasi pada Senin (28/2).

"Karena terjebak hujan deras, Yusuf (40), pendaki asal Kabupaten Tangerang itu mengalami hipotermia di Pos 4 Gunung Lawu pada Sabtu sore," kata Heru dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikJateng, Senin (28/2).

Heru mengatakan, korban mendaki gunung Lawu via Cemoro Kandang pada Sabtu (26/2) sekitar pukul 09.00 WIB bersama 100 pendaki asal Semarang yang akan melaksanakan ritual. Sorenya, pukul 15.20 WIB, korban dan rombongan terjebak hujan di antara Pos 3 dan Pos 4.

Korban yang kelelahan dan kedinginan itu akhirnya tidak melanjutkan perjalanan ke puncak. "Dan, akhirnya ia (korban) ditinggal di warung Pak Robet yang berada di Pos 4," kata Heru.

Keesokan harinya, Minggu (27/2) sekitar pukul 19.30 WIB, rekan korban yang baru selesai ritual menjemput korban di warung tersebut. Artinya, korban menahan lelah dan dingin selama sekitar 28 jam.

"Namun, dikarenakan kelelahan dan tak mampu turun, rekan korban kemudian meminta bantuan ke tim SAR untuk membantu evakuasi turun" ungkap Heru.

Sesampainya di lokasi, tim SAR gabungan mendapati survivor dalam keadaan sudah lemah dan tidak lama kemudian didapati tanda-tanda kematian. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban dari Pos 4 menuju Base Camp Cemoro Kandang.



Simak Video "Pengakuan Cucu Pakubuwono XIII saat Ditodong Pistol di Leher"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ams)