Unik! Perajin Batik Kulon Progo Bikin Motif Naga Vs Omicron

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Selasa, 01 Mar 2022 17:05 WIB
Perajin batik asal Kulon Progo membuat motif Naga Vs Omicron.
Perajin batik asal Kulon Progo membuat motif Naga Vs Omicron. Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng
Kulon Progo -

Merebaknya virus COVID-19 varian Omicron membuat Indonesia dihantam gelombang ketiga pandemi. Namun, bagi perajin batik asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Omicron justru menjadi sumber inspirasi.

Bayu Permadi, perajin batik asal Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, membuat motif baru yang terinspirasi dari Omicron. Kreativitas itu memunculkan motif naga versus Omicron.

Seperti apa bentuk motif bikinan Bayu itu?


Perwujudan Omicron dikreasikan ulang oleh Bayu ke dalam kain katun, bahan utama pembuatan batik. Menggunakan pewarna sintetis, proses pembuatan motif ini seluruhnya dilakukan secara manual.

Motif Omicron bikinan Bayu diwujudkan seperti bola api dengan bulatan-bulatan kecil di sekelilingnya. Tak hanya Omicron, Bayu juga menuangkan perwujudan naga ke dalam motif tersebut. Naga ini digambarkan tengah mengitari bola-bola api Omicron itu.

Hadirnya motif naga tak cuma sekadar pemanis semata. Bayu menyebut bahwa perwujudan naga itu adalah umat manusia yang kini sedang berperang melawan COVID-19.

"Filosofi di dalam (Motif batik) Omicron ini kita menggambarkan naga dengan bola corona. Nah naga itu simbol diri kita yang harus siap menerka atau menghancurkan virus Corona tersebut," kata Bayu saat ditemui di sanggarnya, Selasa (1/3/2022).

"Ini proses kita, istilahnya kita lari dari pandemi saat ini, jadi kita hajar, disimbolkan dengan perubahan wujud jadi naga berkelahi melawan virus Corona," ucap Bayu.

Perajin batik asal Kulon Progo membuat motif Naga Vs Omicron.Perajin batik asal Kulon Progo membuat motif Naga Vs Omicron. Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

Tak hanya motif, penggunaan warna dasar batik Naga vs Omicron itu juga memiliki makna tersendiri. Bayu mengatakan bahwa warna yang dipakai haruslah warna-warna terang dan cerah. Ini menggambarkan semangat manusia untuk bangkit dari keterpurukan imbas pandemi.

"Untuk warna tidak kita batasi. Yang jelas warna kita akan ambil warna cerah, menyimbolkan kita harus semangat agar pandemi ini lekas usai," ujarnya.

Poses pembuatan batik Omicron itu tidak berbeda dengan motif lainnya. Setelah sketsa awal jadi, dilanjutkan proses pewarnaan kemudian dijemur hingga warna mengering. Terakhir dicuci untuk menghilangkan bahan kimia yang terkandung dalam warna batik.

Pembeda motif ini dengan yang lain adalah konsepnya, di mana Bayu berupaya mengajak masyarakat untuk sama-sama memerangi Omicron.

"Prosesnya sama seperti membuat batik-batik sebelumnya, yang membedakan adalah konsepnya. Konsep ini untuk menyadarkan teman-teman agar tidak takut terhadap omicron. Kita harus berdamai dengan omicron. Jika kita lama-lama seperti ini, ekonomi tidak akan berjalan," ujarnya.

Sempat Dihajar Pandemi

Bayu sendiri termasuk perajin yang kena dampak Corona. Dia mengungkapkan penjualan batik Sembung merosot drastis sejak pandemi pertama melanda hingga terpaksa merumahkan beberapa karyawannya.

Perajin batik asal Kulon Progo membuat motif Naga Vs Omicron.Perajin batik asal Kulon Progo membuat motif Naga Vs Omicron. Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

Berjalannya waktu, kondisi perekonomiannya mulai membaik seiring dengan meredanya kasus COVID-19 gelombang kedua. Kini setiap hari ini bisa menjual sedikitnya 50 kain batik dengan harga kisaran Rp 200.000.

Bahkan, serangan COVID-19 di gelombang ketiga justru menjadi inspirasi dalam membuat karya. Motif barunya cukup diminati pembeli meski harganya lebih tinggi.

"Kalau sekarang sudah membaik, tiap hari sudah bisa menjual 50 kain. Harga batik di sini sekitar Rp 250-350 ribu tergantung kesulitannya," pungkas Bayu.



Simak Video "Meski Naik, Kasus Harian Covid-19 RI Belum Setinggi Negara-Negara Tetangga"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/dil)