Terpopuler Sepekan

Corona Ngegas di Solo, Lampion Dimatikan-Sekolah Setop PTM

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Minggu, 13 Feb 2022 10:34 WIB
Lampion Imlek di kawasan Pasar Gede, Solo, Senin (7/2/2022).
Lampion Imlek di kawasan Pasar Gede, Solo, Senin (7/2/2022). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng)
Solo -

Virus Corona atau COVID-19 semakin merajalela di Kota Solo. Akibatnya, Pemkot Solo membuat berbagai kebijakan pencegahan, seperti mematikan lampion Imlek hingga memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dikembalikan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Matikan lampion

Lampion Imlek di kawasan Pasar Gede Solo sempat membuat kerumunan. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pun akhirnya mematikan nyala lampion.

Selain di kawasan Pasar Gede, lampion juga membuat keramaian di Taman Sunan Jogo Kali Pucang Arum kompleks kediaman mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Taman tersebut juga akhirnya ditutup.


HUT Kota Solo dibatasi

Merebaknya COVID-19 juga berpengaruh terhadap pelaksanaan HUT ke-277 Kota Solo. Rangkaian acara upacara hingga kirab boyong kedhaton bakal digelar dengan sederhana.

"Iya, tetap jalan seperti biasa. Cuma diikuti orang sendiri, nggak banyak. Ada penjagaan nanti (agar tidak ada kerumunan)," kata Gibran, Selasa (8/2).

Fungsikan isoter

Gibran juga sudah memfungsikan kembali tempat isolasi terpusat (isoter) Ndalem Priyosuhartan. Namun dia mempersilakan warga yang bergejala ringan melakukan isolasi mandiri.

"Silakan yang isoman ya isoman, yang isoter ya isoter. Dana darurat sudah disiapkan. Sejak minggu kemarin sudah kita bagikan sembako," ujar Gibran di Balai Kota Solo, Kamis (10/2).

PTM Disetop

Solo akhirnya menyetopPTM pada awal pekan kemarin. Ketua Pelaksana Harian Satgas COVID-19 Solo, Ahyani, menyatakan menghentikan PTM mulai Senin (7/2). Dengan demikian, PJJ diberlakukan untuk peserta didik dari TK hingga SMA.

"Ini PTM kita hentikan, PJJ dulu. Langsung, keputusan hari ini. PTM seluruh sekolah, TK sampai SMA," ujar dia pada Minggu (6/2).

Namun pada perkembangannya Gibran kini juga memperbolehkan siswa untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun dia juga tetap membuka sekolah untuk PTM

"Yang jelas kami tidak ingin memaksa orang tua murid. Kalau datang ke sekolah silakan, kalau masih takut ya PJJ. PJJ tidak dianggap absen, kami kembalikan ke orang tua murid," kata Gibran di SDN Kleco, Jumat (11/2).

Keputusan ini diambil setelah melihat perkembangan situasi COVID-19 sepekan terakhir. Gibran juga akan kembali melakukan evaluasi PTM pekan depan.

"Seminggu ini sudah kami evaluasi, kenaikan sudah kami pantau. PTM ditutup kasus tetap naik, makanya PTM saja. Bukannya saya menggampangkan, namun memang kasus sedang naik," katanya.



Simak Video "Kebo Bule Keraton Solo Terindikasi PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/sip)